fbpx
Willy Pujo Hidayat

5 Tips Split Test Facebook ads yang Tidak Boleh Dilewatkan

5 Tips split test Facebook ads yang tidak boleh dilewatkan – para internet advertiser tentunya sudah akrab dengan platform satu ini, namun tidak semua bisa memaksimalkannya.

Social Media Ads dalam hal ini Facebook dan Instagram ads adalah sebuah platform periklanan bertajuk social media.

5 tips split test facebook ads yang tidak boleh dilewatkan

Tentunya kita kenal dengan jenis periklanan lainnya, namun memiliki karakteristik atau jenis iklan dan segmentasi audience yang berbeda.

Facebook ads cukup digemari untuk beberapa alasan, seperti :

Banyak dari perusahaan besar, bahkan sampai UKM yang kecil mulai “berinvestasi” untuk mendapatkan penjualan melalui saluran pemasaran ini.

Jauh sebelum mereka, atau mungkin kita, mendapatkan penjualan, kita perlu melalui serangkaian proses yang harus dijalani setahap demi setahap.

Selain pembuatan Fanpage, menentukan tema halaman tersebut, mendesain halaman dan memasukkan konten didalamnya, dan sebelum menemukan pola terbaik iklan anda, anda harus melalui fase pengujian.

Fase ini dikenal dengan istilah Split Test atau dalam bahasa Indonesia disebut Test Terpisah.

Untuk apa dan bagaimana split testing Facebook ads dilakukan, semoga artikel ini membantu.

5 Tips split test Facebook ads yang tidak boleh dilewatkan

Definisi

Pengujian Terpisah (Split Testing) adalah sebuah sistematika pengujian yang terdiri dari beragam variabel yang disediakan oleh penyedia layanan periklanan.

Beberapa variabel yang disediakan oleh Facebook ads secara garis besar terbagi menjadi 3 :

  • Objective
  • Audience (targetting)
  • Ads Content

Nah ketiga kategori variabel tersebut yang bisa anda sesuaikan dan split test sesuai dengan produk dan target audience anda.

5 tips split test facebook ads yang tidak boleh dilewatkan

Tentu tidak perlu anda coba semuanya, namun hanya yang sesuai dengan goal anda, target market anda, dan sudut pandang iklan anda.

Ketiga kategori besar tersebut bisa anda gunakan dengan cara mencocokkan fungsinya dengan tujuan anda beriklan.

Objective

Anda perlu bahkan wajib menentukan tujuan dari campaign yang akan anda jalankan.

Apakah untuk membentuk kesadaran merek, atau mendapatkan interaksi, atau mendulang klik, atau pembelian di website.

5 tips split test facebook ads yang tidak boleh dilewatkan

Nah dari tujuan anda tersebut, maka anda bisa mencocokkannya dengan objektif yang tersedia di Facebook.

Audience

Audience juga salah satu variabel penting yang tidak bisa lepas dari rangkaian split test.

Sering kali asumsi kita terkait audience atau target market kita itu salah, karena itu semua kemungkinan harus diuji.

5 tips split test facebook ads yang tidak boleh dilewatkan

Pengujian ini bersifat tidak terbatas, artinya anda bisa menguji semua kemungkinan yang bisa terjadi untuk target audience dari produk yang anda jual.

Ads Content

Sudut pandang iklan adalah garda terdepan untuk mendapatkan interaksi dari audience kita.

5 tips split test facebook ads yang tidak boleh dilewatkan

Sedetail apapun anda menentukan target audience anda, tapi anda tidak bisa mengajaknya untuk berinteraksi dengan iklan anda, maka akan sia sia.

Ads content ini juga sesuatu yang sangat wajib anda uji, dengan berbagai kreatifitas yang bisa muncul di kepala anda.

Bisa juga anda libatkan psikologi iklan dalam membuat ads content tersebut.

Setelah memahami tentang 3 kategori variabel yang bisa anda lakukan split test, maka sekarang kita masuk ke konsep berpikirnya.

Konsep Berpikir Split Test

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, bahwa jauh sebelum anda masuk ke dashboard facebook anda, maka alangkah baiknya kalau anda mengambil secarik kertas dan alat tulis.

Sudah?

Sekarang pusatkan pikiran anda terhadap 2 hal yang paling utama :

  • Apa keunggulan produk anda
  • Siapa yang (kira kira) akan tertarik dengan produk anda

Disini anda dituntut untuk berimajinasi, anda gunakan fantasi anda untuk mengawang awang kira kira bagaimana produk anda dilihat oleh audience anda.

Dalam Business Model Canvas, anda bisa melihatnya pada kolom besar di tengah (Value Proposition) dan di pojok kanan (Market Segments).

Facebook ads menghubungkan keduanya, dan split test mencari kombinasi yang paling sesuai antar keduanya.

Nah sekarang tentukan keunggulan atau keunikan produk anda.

  • Produk hanya anda yang satu satunya di dunia yang punya
  • Menyelesaikan permasalahan tertentu dengan mudah
  • Eksklusifitas dengan kemewahan dan harga yang mahal dengan kualitas berkelas
  • Produk dengan inovasi yang unik
  • Software dengan interface yang mudah
  • dsb

Sudah? sekarang kita bergeser ke Target market anda.

Tentukan siapa yang kira kira akan tertarik untuk berinteraksi dengan produk tersebut.

  • Ibu ibu milenial yang baru melahirkan
  • Anak muda yang baru mau menikah
  • Bapak bapak yang senang barang mewah
  • emak emak hedon tukang belanja
  • Pak Dosen, guru atau ustad
  • dsb

Jangan hanya satu, tulis semua kemungkinan yang bisa muncul di otak anda, atau riset anda.

Contohnya ..

Produk : Tas Selempang Kulit Pria (Sling Bag)

Keunggulan produk :

  • Bahan kulit domba asli garut dengan harga terjangkau
  • Tahan cipratan air
  • Memiliki konektor kabel USB
  • Muat banyak, 10 hingga 15 item
  • Bisa tambah print nama

Target Market :

  • Pria 25 – 35 yang suka fashion
  • Pria kota dengan mobilitas tinggi
  • Pria yang suka dengan merek terkenal
  • Pria yang suka ke luar kota
  • Pria yang suka berpetualang

Nah setelah anda tulis di kertas tentang 2 poin utama di atas,

sekarang saatnya anda menentukan Audience dan Ads Content anda.

Ads Content bisa anda buat dari keunggulan produk yang sudah anda buat.

Sedangkan audience bisa anda rangkai dari taret market yang anda buat juga.

Untuk studi kasus di atas, kita bisa ambil beberapa contoh :

Produk : Tas Selempang Kulit (Sling Bag)

Keunggulan produk :

Bahan kulit domba asli garut dengan harga terjangkau

Ads Content (ads copy) :

“Tampil lebih Percaya Diri dengan Sling Bag kulit asli dari Garut dengan harga terjangkau”

“Harga lokal kualitas internasional, sling bag kulit asli dari Garut”

Target Market :

Pria 25 – 35 yang suka fashion

Target Interest Facebook :

Pria > Usia 25 – 40 Tahun > Bekerja > Suka Fashion

Dan seterusnya sampai anda merasa sudah cukup puas dan sudah mencakup semua sisi dari kedua poin penting tersebut.

Dari sanalah split test dimulai !

Split test adalah mencari kombinasi dari variabel mana yang sekiranya menghasilkan hasil yang kita harapkan.

Pola yang akan terbentuk nantinya akan seperti ini kurang lebih :

Jadi semua kombinasi yang sudah anda tentukan tadi, anda pasangkan satu dengan yang lainnya, kemudian kita evaluasi mana rangkaian yang paling memberikan hasil yang terbaik.

Sudah paham polanya?

Baik sekarang kita masuk ke tips tips yang sebaiknya tidak anda lewatkan

Kiat kiat Penting dalam Split Testing

Kenali produk lebih dalam (#1)

Pemahaman anda terhadap suatu produk sangatlah penting !

Dengan memahami produk lebih dalam, anda bisa melihat produk tersebut dari sudut pandang sudut pandang yang mungkin tidak semua audience anda menyadarinya.

Misal pada contoh kasus di atas, untuk tas sling bag, selama ini mungkin kita hanya melihat sebagai produk fashion saja, namun dengan sudut pandang lain anda bisa membuat itu sebagai barang yang penting dalam kehidupan sehari hari.

Misal yang awalnya hanya menggunakan sudut pandang fashion untuk menyimpan dompet, anda rubah menjadi sudut pandang kesehatan, misal :

Karena menyimpan dompet di saku belakang berbahaya, maka menyimpan dompet di sling bag tentu lebih menyehatkan, dan aman dari copet.

Mengenali produk lebih dalam juga bisa membuat anda lebih kreatif dalam membuat foto produk.

Anda bisa menentukan angle terbaik produk anda, atau latar belakang yang pas untuk produk anda.

Jadi, kenali produk anda lebih dalam, maka anda bisa membuat beragam varian ads content yang mungkin salah satunya akan menjadi winning campaign anda.

Kenali Audience lebih dalam (#2)

Tidak jauh berbeda dengan pemahaman soal produk, anda juga harus memiliki pemahaman mendalam mengenai audience.

Kalau produk anda produk retail, tentunya bisa masuk ke semua segmentasi pelanggan,

namun konsekuensi yang harus anda hadapi adalah beratnya persaingan untuk kategori produk dan luasnya market yang tersedia.

Teorinya, semakin spesifik produk anda, maka semakin jarang kompetitor yang juga bermain di niche tersebut, dan anda bisa mendapatkan banyak keuntungan.

Masih dalam contoh kasus yang sama, misalnya anda menjual sling bag pria.

Kalau anda menargetkan hanya pada pria usia xx sampai xx tahun, maka persaingan anda akan sangat berat dan market anda akan sangat luas,

Market yang luas menyebabkan keterjangkauan produk anda semakin besar dan memerlukan cost yang juga besar untuk bisa menjagnkau semuanya.

Dengan anda mengenali audience anda, maka anda bisa membuatnya sedikit lebih spesifik dan keluar dari persaingan yang sedang terjadi.

Yang awalnya anda hanya menargetkan orang orang yang memiliki minat terhadap fashion, dengan pendalaman audience yang baik, maka anda bisa sedikit berbelok dengan megarah ke audience yang aware terhadap produk dalam negeri misalnya.

Misal dari 1.000.000 pria yang menyukai produk fashion, dengan menambahkan minat ‘cinta produk asli Indonesia’ maka anda bisa mempersempit menjadi 500.000 misalnya.

Dengan sudut pandang produk tertentu, maka anda bisa mendapatkan keterjangkauan yang maksimal dan kemungkinan mendapatkan rasio konversi yang lebih baik.

Jangan ragu soal biaya (#3)

Kalau Rp. 100.000 untuk split test anda bilang mahal, maka lupakan Facebook ads, dan sebaiknya anda mulai dengan cara konvesional.

Analogi biaya dalam uji split adalah seperti anda mengendarai kendaraan, motor misalnya, untuk promosi dari toko satu ke toko yang lain.

Dari 25 toko yang anda kunjungi sehari, mungkin hanya 1 yang mau menerima produk anda.

Bayangkan berapa besaran bensin, uang beli minum es, dan parkir yang anda keluarkan?

Nah itu sama dengan biaya testing yang anda perlukan untuk mendapatkan winning campaign atau pola terbaik.

Semakin anda ragu ragu untuk berinvestasi dalam melakukan split test, maka anda semakin sulit menemukan pola yang terbaik.

ANda bisa menganggap uang yang anda keluarkan untuk investasi sebagai modal, dan tetap anda hitung di pengeluaran awal.

Misal anda menghabiskan 1 juta untuk melakukan testing, maka masukkan uang itu di modal, setelah itu hitung kapan anda akan sampai pada Breakeven Point dari bisnis anda.

Ya, jangan ragu untuk spare budget untuk melakukan split testing !

Dan pastikan budget tersebut ada di rincian pengeluaran atau modal awal anda.

Jangan lama lama (#4)

Anda tidak akan melakukan split test selama 1 bulan penuh !

Melainkan hanya beberapa hari, bahkan mungkin jam saja.

Fokus ke beberapa parameter penting yang ada di Dashboard anda, dan lihat progresnya.

misalnya anda beroreintasi pada hasil, maka anda bisa melihat Cost per Result dari semua pola yang bisa anda kembangkan selama proses pengujian.

Oh ternyata pola A dalam waktu 12 jam memerlukan biaya Rp. 1.200 per Landing Page View, sedangkan pola B memerlukan Rp. 3.000 untuk setiap Landing Page View,

Bisa dipastikan bahwa pola A adalah pola yang ideal yang mungkin cocok untuk bisnis yang sedang anda jalankan.

Jadi keputusan itu bisa anda ambil lebih cepat kalau anda memahami progres pengujian split test yang sedang berjalan.

Anda tidak perlu menunggu sampai beberapa hari untuk benar benar yakin, fokuskan tujuan anda ke parameter yang anda ingin capai, dan jangan lama lama melihatnya, langsung eksekusi.

In business, fast matters

Pertimbangkan retargetting (#5)

Sebagus bagusnya anda sudah menemukan campaign yang terbaik dengan harga termurah dan konversi yang bagus, anda tetap perlu untuk mempertimbangkan retargetting.

Karena faktanya, konversi lebih besar akan terjadi pada mekanisme penargetan kembali, atau retargetting.

Bahkan sebuah literatur menyebutkan kalau bisa mencapai 3 kali lipat dari rasio konversi sebelum dilakukan retargetting.

Secara prinsip hal ini lumrah terjadi, karena pada dasarnya iklan yang anda tampilkan ke audience anda adalah sebuah distraksi dari konten yang ada di timeline mereka.

Distraksi akan sangat mungkin terabaikan, dan akan menjadi sebuah pertimbangan (consideration) setelah beberapa kali mereka melihat iklan anda.

Sebuah konsep retargetting menyebutka bahwa rata rata orang akan mempertimbangkan untuk membeli produk anda, setelah mereka melihat produk anda sebanyak 7 kali.

Kita sebut itu, The Rule of Seven

Jadi, pastikan pixel anda terpasang dengan baik, dan pertimbangkan untuk melakukan retargetting untuk mereka yang sudah meliaht produk anda, namun belum terkonversi menjadi customer.

Jadi..

Split test adalah hal yang penting untuk dilakukan !

Secara garis besar, Split test bisa dilakukan di 3 segmen utama di Facebook ads, yaitu :

  • Objective
  • Audience
  • Ads Content

Anda bisa melakukan kombinasi ketiganya sesuai dengan :

  • Pendalaman produk
  • Pendalaman Audience
  • Penentuan tujuan
  • Sudut pandang iklan

Beberapa tips yang tidak boleh anda lewatkan yaitu :

  • Pengenalan mendalam terhadap produk yang anda jual, sehingga anda bisa melihat produk anda dari sudut pandang yang berbeda.
  • Pengenalan mendalam terhadap audience anda, jadi anda bisa mendapatkan market yang tersegmentasi dengan baik.
  • Tidak ragu untuk menyediakan biaya untuk melakukan split testing sebagai bagian dari modal awal.
  • Janga terlalu lama dalam mengambi keputusan ketika semua parameter yang anda targetkan sudah tercapai.
  • Pertimbangkan untuk melakukan retargeting.

Semoga sukses dengan split test nya !

Jangan ragu untuk hubungi saya, kalau anda ingin ngobrol seputar Facebook ads atau Digital Marketing.

Facebook Comments
Merasa Terbantu? Share lah, kasih tau yang lain jangan pelit pelit :
error0