fbpx
Willy Pujo Hidayat

WhatsApp Marketing (Tips) Mendapatkan Order Dalam 30 Menit

WhatsApp Marketing (Tips) Mendapatkan Order Dalam 30 Menit – WhatsApp memang sangat menghasilkan kalau anda bisa memanfaatkannya dengan baik.

Pada studi kasus kali ini saya akan membagikan kisah nyata saya berbisnis kurma dan oleh oleh haji di abkoorma.com.

Judul artikelnya terlihat sangat Click Bait, dan agak muluk, tapi itulah kenyataannya,

Mungkin awalnya saya akan membagikan Screenshoot, bagaimana cara saya mendapatkan order dalam 30 menit, tepatnya 36 Menit.

WhatsApp Marketing

 

Persis beberapa menit setelah broadcast, saya langsung mendapatkan order dari pelanggan, bahkan langsung transfer.

sebelum itu, dalam 7 menit saya mendapatkan respon penawaran.

WhatsApp marketing

Oia, kedua screenshoot tersebut berasal dari 2 orang yang berbeda.

dan dikirim ke 256 orang.

Mau tau caranya?

Ya, tentunya saya bukan ahli digital marketing, jadi kalau anda bersedia membaca artikel ini sampai selesai, maka terima kasih šŸ™‚

Baiklah ini dia :

WhatsApp Marketing (Tips) Mendapatkan Order Dalam 30 Menit

Setelah melihat screenshoot di atasĀ  bagaimana perasaan anda? heran? biasa aja?

Kalau anda merasa biasa saja, berarti anda cukup familiar dengan WhatsApp Marketing, kalau tidak, mungkin anda belum akrab dengan channel marketing satu ini.

Baiklah untuk lebih sistematis, maka akan kita bagi artikel ini mejadi beberapa bagian, pertama adalah Pendahuluan :

Pendahuluan

WhatsApp adalah salah satu platform berkomunikasi satu orang atau lebih.

Kini WhatsApp memiliki pengguna terbanyak di Dunia :

WhatsApp Marketing

 

Hampir 1 Milyar orang di Dunia ini menggunakan WhatsApp.

Jadi sangat lumrah kalau kita menemukan hampir semua orang yang anda temui memiliki nomer ponsel yang terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp.

Sejarah WhatsApp

WhatsApp pertama kali didirikan oleh 2 orang ex-pegawai Yahoo! yaitu Brian Acton dan Jan Koum yang resign dari yahoo! per-September 2007.

Setelah itu mereka berdua sempat melamar pekerjaan di Facebook, namun Facebook menolaknya.

Pemberian nama WhatsApp sendiri merupakan terapan dari “What’s Up!” kalimat yang umum diucapkan sebagai sapaan.

Awalnya mereka hanya support terhadap platform iPhone dari apple, namun setelah itu mulai berkembang masuk ke android.

Kemudian penggunanya semakin banyak, bahkan info terkini yang saya dapatkan, setiap bulannya WhatsApp memiliki lebih dari 400 Juta pengguna aktif.

WhatsApp mengklaim bahwa setiap bulannya mereka melayani lebih dari 400 juta pengguna aktif, yang berarti dalam sehari, lebih dari 10 juta orang aktif setiap harinya.

Dengan pencapaian itu, sekarang nilai valuasi WhatsApp mencapai 1,5 Milyar Dolar Amerika.

Wow !

WhatsApp Business

Kalau WhatsApp personal anda sudah cukup akrab, namun tidak semua orang mengenal layanan WhatsApp Business.

Ya, saya menggunakan WhatsApp business untuk operasional harian, dan kalau anda berbisnis, sebaiknya menggunakan Layanan WhatsApp khusus bisnis seperti ini.

WhatsApp Business memiliki fitur fitur yang mendukung si pengguna dalam berbisnis.

Seperti :

  • Labelling
  • Canned Messages
  • Autoresponder
  • Statistik
  • dan lainnya.

Pada WhatsApp business ini, kalau semua fitur bisa dimaksimalkan, maka hasilnya juga akan lebih optimal, tergantung tujuan marketing anda.

WhatsApp Marketing

WhatsApp atau disingkat WA, juga merupakan sarana marketing,

Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan mengirimkan Broadcast ke Semua kontak leads tertarget kita.

Mirip dengan email, tapi cukup ada perbedaan cukup signifikan

Baca : WhatsApp vs Email Adu Kuat Database

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Cara Mendapatkan Leads

Hal ini penting untuk diperhatikan, karena ini adalah dasar dan perjumpaan pertama anda dengan leads anda.

  • Dapatkan nomer WhatsApp dengan cara yang baik (tidak dengan Scrapping), bisa dengan facebook ads atau anda buat API WhatsApp di Landing Page anda.

 

  • Pastikan si pemilik Nomer WhatsApp sadar pernah berinteraksi dengan anda, karena kalau tidak bisa beresiko banned*

 

  • Cara yang cukup powerful yang selama ini saya lakukan adalah menggunakan WhatsApp floating buttonĀ pada halaman website anda.

 

  • Kalau anda beruntung di Fanpage Facebook anda akan mendapatkan tombol Click to Action berupa ‘WhatsApp Kami’

*Terkait banned ini betul betul harus diperhatikan, karena banyak kawan saya disana yang broadcast saja, entah dia dapat darimana nomer tersebut, kemudian langsung di banned nomernya.

 

Simpan Nomer

Pastikan anda menyimpan nomer WA yang masuk, karena itu leads anda, dan kalau mereka sudah sampai me-chat anda, berarti dia ‘ada sesuatu’ terhadap bisnis anda.

Cara menyimpannya anda bisa melihat profil si pemilik nomer WhatsApp tersebut, kalau dia menggunakan nama asli maka simpan nomernya dan tambahkan kode

Rumus :

Nama Panggilan + Customer (nama produk)

Contoh :

  • Nama yang ada di Profil : Willy Chayank Kamuh Celaluw |Ā kita asumsikan namanya adalah Willy

 

  • Bisnis anda : Jual dompet kulit

 

  • jadi >> Willy Cust Dompet Kulit

Untuk profil namanya, ada juga yang tidak menggunakan nama asli atau bahkan hanya menggunakan emoticon.

Rumus :

Cust + Produk anda + nomer urut customer

Contoh :

  • Nama yang ada di profil : Cintanya ci ndudĀ atau ~w~ |Ā dan dia customer ke 20 yang chat selama ini.

 

  • Bisnis Anda : Sepatu Kulit

 

  • Jadi >> Cust Sepatu Kulit 20

Sudah?

Kenapa ini diperlukan?

karena nanti anda akan membuat List untuk Broadcast, dan menggunakan nama produk akan memudahkan anda melakukan segmentasiĀ untuk setiap produk.

Kalau semua persiapan sudah selesai dari mulai cara mendapatkan nomer WhatsApp dan cara menyimpan nomernya, kita akan lanjut ke bagian Intinya, yaitu

Melakukan Broadcast WhatsApp

Yes, inilah penyebab saya mendapatkan Order dalam 30 menit, Broadcast !

Kenapa di awal persiapan saya merekomendasikan anda untuk memastikan si Pemilik nomer WhatsApp menyimpan nomer anda, atau sadar pernah berkomunikasi dengan anda?

Karena pada bagian ini, kalau anda mendapatkan Leads secara Ilegal atau Scrapping, dan dia tidak mengenal anda,

Mereka akan klik ‘Laporkan Spam

Dan wassalam !

Nomer anda akan di Banned dari WhatsApp.

__

Pengetikan Broadcast juga Wajib menjadi perhatian, ini dia tips mengetik pesan Broadcast :

Subjek WhatsApp

WhatsApp memiliki Subjek?

Kalau anda perhatikan pada halaman depan WA anda, maka anda akan menemukan beberapa kata yang muncul di awal pada setiap percakapan anda dengan teman anda.

**Stop baca artikel ini dan lihat WhatsApp anda sekarang**

Sudah?

Paham apa yang saya maksud?

beberapa kata kata awal yang muncul pada tampilan utama inilah yang menjadi penentu !

penentu apakah pesan anda akan dibaca atau hanya dibuka saja.

Berdasarkan Eksperimen saya, jangan lebih dari 35 karakter !

dan bagian ini pada pesan WA anda nanti, berada pada bagian awal pesan.

Pada kasus saya, saya menggunakan kelimat pembuka seperti ini :

*abkoorma siap melayani kembali*

Karena Sifatnya yang personal, maka buat kalimat depan ini juga sangat personal.

Hindari penggunaan kalimat kalimat yang predictable Contoh :

  • Assalamualaikum ..
  • PROMO !!
  • Selamat Pagi ..
  • Hanya Hari Ini !!
  • dan lainnya

Anda juga tidak mau kan di prospek terus setiap hari ?

___

Tapi kenapa saya menggunakan nama brand?

pada kasus saya, semua list yang ada adalah list lama yang sudah beberapa kali bercakap cakap dengan saya.

Jadi mereka kenal saya dan sudah kenal brand abkoorma.

dan ketika itu kondisinya memang kami baru mulai kembali setelah vakum selama beberapa minggu untuk melayani.

Subjek WhatsApp yang saya gunakan kurang dari 35 Karakter, itu berarti kalimat tersebut muncul dengan sempurna di halaman utama WhatsApp mereka.

Tips Membuat kalimat pembuka :

  • Kalimat awal in merupakan 80% dari keseluruhan pesan anda, jadi buat yang menarik dan tidak mudah diprediksi.
  • Buat rasa penasaran (hindari kata “mau?“, kata tersebut sudah cukup saturated sepertinya)
  • Buat seolah itu milik dia, misal : Kurma Anda Siap Dikirim ..
  • Pastikan membuat kalimat pertama tersebut dengan tulisan BOLDĀ dengan menambahkan *teks anda*

 

Setelah itu, buat sedikit pemisah atau spasi yang menandakan itu akhir dari kalimat pembuka anda, contoh :

 

*Sudah Tau ada Kurma Tanpa Biji?*

______

[kalimat sapaan]

 

Sudah paham? baiklah sekarang kita masuk ke pembuatan paragraf atau kalimat promosinya.

 

Isi Pesan Promosi

Nah ini juga salah satu momen terpenting, setelah menetukan kalimat pembuka, bagian isi pesan ini juga cukup menentukan.

Pesan promosi ini secara pribadi saya bagi menjadi 5 Bagian :

  • Sapaan awal : Assalamualaikum, Selamat Pagi, Hai Kak !
  • Kalimat penjelasan masalah : Selama ini suka puasa sunnah? tapi bingung cari kurma dimana?
  • Solusi dari masalah di atas : Kami punya kurma tanpa biji spesial khusus untuk anda..
  • Keunggulan produk dan bonus (buat dengan poin poin seperti 5 bagian ini )
  • Cara pemesanan : Kami tunggu pesanannya ya kak, bisa dengan membalas WhatsApp ini, atau bisa mampir dulu di Website kami di abkoorma.com/shop

Sudah ada bayangan?

**Stop baca sampai disini dan praktikkan terlebih dahulu**

**Buat coret coretan di kertas**

Beberapa hal juga yang perlu diperhatikan :

  • Jangan buat paragraf terlalu panjang, kurang lebih 10-12 kata per paragraf.
  • Setelah itu pastikan buat jarak yang cukup
  • Pada poin point tertentu gunakan emoticon emoticon imut dan menggemaskan : Gunakan yang berwarna merah untuk poin poin yang ditekankan.
  • Ramaikan Pesan anda dengan simbol simbol tersebut, pastikan relevansinya, contoh : nomer handphone gunakan simbol smartphone, jangan simbol yang lain.
  • Kombinasikan dengan gaya tulisan miring “_kata_”, bold “*kata*”, dan coret “~kata~”
  • Buat seolah anda berkomunikasi dengan diri anda sendiri.

Contoh?

Ah, contoh mulu, praktik sendiri aja šŸ˜€

Oke lah, kasih dikit :

>>>

*Sudah tau ada kurma tanpa biji?*

____

Assalamualaikum šŸ™‚

 

Selama ini rutin puasa sunnah senin kamis?

Sudah punya kurma untuk berbuka puasanya?

 

Ribet ya sama bijinya?

 

Tenang aja, sekarang ada kurma tanpa biji

 

Tentunya dengan kurma tanpa biji ini, anda bisa :

  • Makan langsung tanpa khawatir keselek biji
  • Lebih praktis dengan kemasan 200 gr
  • Seperti makan snack

 

dan kali ini ada bonus beli 4 gratis 1 !

 

“kalau mau pesan dimana mas?”

 

Kalau mau pesan bisa dengan membalas whatsapp ini ya,

 

atau pesan online di www.abkoorma.com/kurma-tanpa-biji

 

Terima kasih

 

Willy dari abkoorma.com

 

Jaraknya jauh jauh ya?

Tapi anda lebih nyaman kan bacanya?

Ya itu rahasianya.

Anda akan jenuh dan cenderung untuk meninggalkan tulisan dengan paragraf yang padat dan rapat.

Penambahan Gambar

Kalau isi pesan anda tidak terlalu panjang sampai perlu diklik “selanjutnya..” maka saran saya anda sebaiknya menggunakan metode ini :

  • Pilih gambar yang sesuai : pastikan ukurannya 1200 x 628 pixel
  • Pastikan di gambar tersebut terdapat identitas bisnis anda, dan gambar yang cukup representatif.
  • Setelah itu, buat isi pesan anda pada catatan di Smartphone anda.
  • yes, buat dulu di notes, tidak langsung di WhatsApp.

gambar dan pesannya sudah siap?

baik, caranya begini :

  1. Copy dulu isi pesan WhatsApp anda
  2. Masuk ke pesan WhatsApp
  3. Masuk ke broadcast list dan upload gambar anda.
  4. setelah itu paste pesan anda di bawah gambar itu.
  5. Setelah itu klik kirim pesan.

 

Hal yang saya rekomendasikan

Dari beberapa tips di atas ada beberapa hal yang saya rekomendasikan.

Jangan langsung kirim broadcast

Terdengar aneh?

Ya, saya merekomendasikan anda jangan langsung mengirim pesan WhatsApp ke leads anda,

Tapi kirim ke salah satu teman anda, atau istri atau nomer WhatsApp anda yang lain,

Kemudian anda baca dengan menempatkan diri sebagai penerima WhatsApp.

Hal yang perlu anda evaluasi :

  • Apakah kalimat pembuka anda sudah cuku menarik?
  • Apakah isi pesan WhatsApp anda sudah cukup menarik?
  • Apakah gambar anda cukup untuk mengundang orang untuk ingin tau lebih?

Kalau anda rasa tidak, jangan nekat dikirim !

Hasilnya ga akan bagus, Insya Allah !

Tapi evaluasi, kadang saya beberapa kali merevisi isi pesan tersebut sebelum saya broadcast.

Kirim Broadcast dalam bentuk Sequence

Kalau sekiranya produk anda tidak langsung bisa close pada pesan pertama, buat dalam bentuk rangkaian pesan, dan dikirimkan secara frequansional,

hal yang sesekali saya lakukan :

  1. Berikan informasi berupa artikel, dan selipkan di link WhatsApp
  2. Buat urutan pesan, jangan terlalu banyak, tapi pastikan semuanya terkait.
  3. cukup 3 urutan pesan : Soft Selling > Soft Selling (News Hijack) > Hard Selling
  4. Sesekali boleh gunakan Scarcity atau keterbatasan waktu, contoh : Promo ini hanya sampai minggu depan, atau pada pesan ke-2 anda buat : besok hari terakhir, dll

 

Baca Bismillah

Jangan lupa awali dengan Bismillah, semoga apa yang anda maksud untuk mengirim pesan tersebut bisa tercapai.

aamiin

____

Tertarik dengan bisnis online?

Bukan ke saya tempatnya :), tapi kalau mau anda mau dapat informasi seputar apa yang saya lakukan di dunia pertokoan online bisa juga follow akun blog saya yang lainnya :

Judul artikel pada medium :

  • Yang terlupakan dari Facebook Ads
  • 3 Cara mudah membuat Toko Online
  • Lakukan ini kalau Iklan Adwords anda mengalahkan marketplace

***

Judul artikel pada Quora :

  • ‘Nyodorin’ Landing Page

Jawaban puluhan jawaban pertanyaan lainnya pada Quora.

Terima kasih.

Salam,

Willy Pujo Hidayat

 

Facebook Comments
Merasa Terbantu? Share lah, kasih tau yang lain jangan pelit pelit :
error0