fbpx
Willy Pujo Hidayat

No Longer New Normal, it’s Near Normal Instead

Kebiasaan baru – sebuah term atau frasa yang diadaptasi dari bahasa aslinya, yaitu bahasa Inggris, New Normal.

Beberapa kejadian besar dan fenomenal akan menghadirkan sebuah kebiasaan baru.

Seperti dulu yang mungkin kita bisa masuk mall dengan mudah, sekarang tas, bahkan bagian bawah mobil pun kini diperiksa dari ancaman bom.

Ya, sejak beberapa peristiwa terorisme mengguncang negara ini, hampir semua instansi melakukan sebuah protokoler baru.

Seperti security check di luar bandara, menarik.

Kesadaran Terhadap Mikroorganisme

Dan yang terakhir dan baru baru ini terjadi yaitu COVID-19 yang memaksa kita untuk mau tidak mau memahami tentang virus.

Hampir semua orang kini mampu berspekulasi dan beropini, bahkan menyakini apa yang sudah didapatkannya di internet.

Semua orang kini sadar bahwa ada makhluk kecil bernama virus yang mampu memporakporandakan dunia ini.

Jangan, sebaiknya jangan bicara ekonomi, karena mungkin hampir semua orang ada pada ‘survival mode’ dalam hidupnya karena faktor ekonomi.

Bahkan psikologi itu berubah, dari khawatir terinfeksi virus karena khawatir kesehatan, kini menjadi khawatir kehilangan pekerjaan.

Akhirnya semua orang memakai masker, menjaga jarak, melakukan pengecekan suhu, dsb.

Memakai masker dan menjaga jarak selama 1-2 minggu mungkin masih tidak masalah, kalau setahun?

Baik, jenuh itu ada !

Jangan naif.

Kejenuhan, dan Kebutuhan Ekonomi

Ekonomi,ekonomi, ekonomi ..

3 hal yang sekarang menjadi landasan yang mungkin membuat semua orang kini mulai “lupa” bahwa virus itu masih mengintai, dan mungkin masuk saat kita lengah.

Event, momen, atau acara besar yang seolah sayang kalau dilewatkan menjadi pembenaran kita berkumpul kembali ke keramaian.

“Asal menerapkan protokol kesehatan” seperti sebuah mantra yang setelah digunakan, maka kegiatan apapun kemungkinan besar bisa dilakukan.

Jalanan yang mungkin pada awal pendemi sepi karena semua orang bekerja dari rumah, kini mulai ramai kembali.

Pemilik toko mulai kembali membersihkan tokonya, mengelap kaca, dan tentunya memasang peringatan wajibnya menggunakan masker.

Restoran mulai kembali dibuka dengan batasan pengunjung yang entah sepertinya alat penghitung mereka tidak bekerja.

Jenuh dan tentunya ekonomi membuat kita dengat berat hati melakukannya.

New Normal itu kini sudah digeser oleh Near Normal.

Merasa Terbantu? Share lah, kasih tau yang lain jangan pelit pelit :