fbpx
Willy Pujo Hidayat

7 Parameter Facebook Ads Penting Yang Harus Diperhatikan

7 parameter facebook ads penting yang harus anda perhatikan – Anda yang setiap hari melihat dashboard iklan anda, tapi tidak tau apa yang harus dilakukan, semoga artikel ini membantu.

Pemasaran menggunakan sarana internet (Internet Marketing) memang sedang naik daun beberapa tahun belakangan ini.

Perilaku (behaviour) manusia yang mulai memindahkan semua kebutuhan dan kegiatannya di smartphone, menjadi peluang bagi industri untuk juga ‘masuk’ ke smartphone mereka.

Dari beberapa jenis penyedia layanan advertising, maka pembicaraan pastinya akan mengerucut ke dua platform raksasa yang fenomenal.

Siapa mereka?

Ya, tentu saya Google advertising (google ads) dan Facebook advertising (Facebook ads).

Sebagai dampak dari mem-booming-nya pemasaran di internet, akhirnya banyak orang berbondong bondong belajar cara memasarkan produknya di internet.

Dan ya, ujung ujungnya mereka fokus mempelajari kedua platform periklanan tersebut.

Setelah mengenal fundamental dan mulai beriklan, biasanya mereka belum terlalu fasih melihat dan membaca pergerakan iklan di Dashboard iklan.

Sedangkan melihat dashboard dan memahami cara membacanya sangat penting untuk keputusan bisnis anda lainnya.

Karena itu, saya membuat artikel ini dengan harapan bisa membantu anda yang sering melihat dashboard iklan tapi belum fasih membaca dan menganalisanya.

Tidak usah anda analisa semua parameter, cukup pada 7 parameter facebook ads penting saja, maka anda bisa melihat secara garis besar performa iklan anda.

Ada beberapa parameter yang akan saya bahas di blog ini :

  • Cost per Result
  • Outbound Click : Landing Page View
  • Click Through Rate
  • Conversion Rate
  • Cost per Conversion
  • Acquisition Cost
  • UTM tracking

Kita bahas satu persatu ya !

7 Parameter Facebook Ads Penting Yang Harus Diperhatikan

Dari beberapa parameter iklan yang ada di dashboard facebook ads anda, angka ini cukup mewakili.

yang pertama yaitu cost per result

Cost per Result (Biaya per Hasil)

Hasil disini bergantung pada jenis objektif iklan yang anda gunakan.

Misal anda menggunakan Leads ads, atau Leads Generation, maka biaya yang anda dapatkan untuk mendapatkan 1 email prospek (leads) itu disebut Cost per Result (CPR).

Atau misalnya anda menggunakan objektif perpesanan, maka biaya yang dibutuhkan untuk mendatangkan pelanggan yang chat ke anda itu adalah CPR.

Cost per Result (CPR) adalah nilai yang harus anda bayarkan untuk setiap 1 hasil kampanye iklan yang anda dapatkan.

Posisi CPR di Dashboard

Pada tampilan default anda bisa dengan mudah melihat parameter ini :

Pastikan anda berada di tampilan default, dan anda akan menemukan Cost per Result dalam bahasa Inggris, atau Biaya per Hasil dalam bahasa Indonesia.

Jenis jenis hasil (Result)

Hasil atau result tergantung dari objektif dan optimalisasi yang anda gunakan.

Misal anda menggunakan Objektif traffic dengan optimalisasi “Landing Page View“, maka hasil yang dihitung adalah per orang yang melihat landing page anda.

Atau misalnya anda menggunakan objektif ‘Message‘ dengan optimalisasi di WhatsApp atau Messenger, maka setiap chat yang masuk itu dihitung dan dianggap hasil atau result.

Kemudian anda menggunakan objektif Conversion dengan optimalisasi di Purchase, maka setiap ada pelanggan yang membeli di website anda dihitung sebagai result.

nah bagian ini yang anda harus cermat menentukan, apa tujuan iklan anda dan bagaimana anda memaksimalkannya.

Evaluasi nilai CPR

Setelah anda menemukan CPR dan melihatnya, sekarang waktunya anda mengevaluasi iklan anda.

oia sebelumnya, pembacaan CPR ini berada pada level Ads ini pada level iklan ya, bukan Ads Set apalagi Campaign.

Pembacaan nilai CPR yaitu pada level Ads / Iklan

Setelah itu anda bisa evaluasi performa iklan anda, bagaimana caranya?

Prinsipnya adalah semakin rendah nilai CPR maka margin keuntungan anda akan tetap lebar.

Nilai CPR rekomendasinya adalah <1% dari nilai margin anda.

Misal anda menjual produk dengan harga Rp. 100.000, dengan margin keuntungan 40%, berarti anda punya rentang keuntungan Rp. 40.000.

Maka biaya CPR sebaiknya <1% atau berada di bawah Rp. 400,- per hasil.

Tentu saja itu rekomendasi, kalau anda bisa mendapatkan kurang dari itu tentunya bisa lebih baik.

Bagaimana kalau mendapatkan lebih dari itu?

Sebetulnya ini bukan sebuah rumus yang harus serta merta anda lakukan ke kampanye iklan anda, melainkan hanya rujukan saja.

Kalau memang anda hanya mampu mendapatkan CPR 10% dari margin anda, maka tidak masalah.

Anda bisa melakukan Up Selling misal dengan meningkatkan nilai rata rata pemesanan atau Average Order Value (AOV).

Misal biaya CPR anda 10% dari margin 1 produk, tapi ternyata anda bisa menjual 2-3 produk per pelanggan, maka tentunya biaya 10% tadi bisa tertutupi dari margin produk lainnya.

Atau mungkin anda bisa melakukan testing atau pengujian lagi terhadap salah satu dari komponen inti iklan berikut :

  • Objektif
  • Audience
  • Ads Creative

Silakan uji ketiganya, dan temukan formula anda untuk mendapatkan CPR yang serendah rendahnya.

Sudah paham CPR?

Sekarang masuk ke parameter hitung hitungan.

Outbound Click : Landing Page View

CPR anda tinggi bisa jadi disebabkan oleh 2 parameter yang akan kita komparasikan berikut, yaitu :

  • Outbound Click
  • Landing Page View

Outbound Click (OC) adalah jumlah klik yang membawa pengunjung keluar dari Facebook (outbound) atau meninggalkan facebook.

Sedangkan Landing Page View (LPV) adalah jumlah mereka yang mendarata sempurna di landing page atau website anda.

Mengapa parameter ini penting?

Bayangkan ada 10 orang yang klik iklan anda dan meninggalkan aplikasi facebooknya, namun karena beberapa hal, hanya 3 dari mereka yang mendarat sempurna di halaman website anda.

Lantas kemana yang 7 nya lagi?

Mereka mental (bounced) karena loading website anda yang lama !

Ya komparasi antar 2 parameter ini menggambarkan kecepatan website anda.

Semakin cepat loading website anda, maka akan semakin baik, dan semakin banyak orang yang melihat produk yang anda tawarkan.

Posisi OC dan LPV di Dashboard Facebook ads

OC ini termasuk parameter penting facebook ads yang tidak ada di tampilan default dashboard facebook ads.

Silakan ikuti pentunjuk berikut :

1- Klik Kolom

Posisinya berada di Kolom atau Column, anda bisa klik, kemudian pilih Sesuaikan Kolom.

parameter facebook ads penting
2- Pilih Tab “Klik” di sebelah kiri

Pilih tab “klik” di sebelah kiri, dan temukan “Outbound Click” di posisi tengah.

parameter facebook ads penting

Setelah itu klik terapkan atau apply dalam bahasa Inggris.

Dan nilai OC kini muncul di Dashboard anda.

Berapa Rasio yang bagus antara OC dengan LPV ?

Sebelum itu, tentu anda harus tau cara menghitungnya :

(Nilai LPV : Nilai OC) * 100%

Misalnya Anda melihat OC anda yaitu 60 klik, kemudian anda dapati angka LPV anda yaitu 35, dari sini kita bisa hitung :

( 35 : 60 ) *100% = 58.3%

Interpretasinya sebagai berikut :

  1. Hanya 58% dari OC yang betul betul mendarat ke landing page anda.
  2. Anda kehilangan potensi sebesar 42% dari orang orang yang klik link anda, namun tidak sampai mendarat di website anda.
  3. Kalau Cost per Result anda misalnya Rp. 1000, maka anda kehilangan Rp. 25.000 dari 25 orang yang batal mendarat ke website anda.

Berapa angka ideal?

parameter facebook ads penting

Semakin besar persentase maka semakin bagus, namun tetap kita perlu menetapkan nilai Cut Off.

Para praktisi facebook ads merekomendasikan 65% untuk komparasi keduanya.

Jadi kalau kurang dari itu, sebaiknya anda evaluasi kembali kecepatan loading website anda.

Solusi untuk angka persentase yang rendah

Tentunya tidak semua dari kita langsung mendapati perbandingan kedua parameter tersebut di atas 65%.

Untuk anda yang belum mencapai angka itu, anda bisa coba melakukan hal ini :

1- Gunakan CDN

Gunakan Content Delivery Network atau CDN, dengan begitu semua konten anda bisa lebih cepat diakses dimanapun dan kapanpun.

2- Gunakan Plugin Caching

Untuk anda yang menggunakan platform WordPress, tentunya anda bisa menggunakan Plugin untuk mengelola Cache website anda.

Dengan begitu loading website anda bisa lebih cepat.

3- Kontak Developer Website

Kalau anda tidak mau ribet dan juga tidak paham permasalahan website, silakan kunjungi developer website terpercaya, dan bilang kalau anda butuh meningkatkan kecepatan website.

Bagaimana kalau saya mengarahkan ke WhatsApp?

Anda tinggal menghitung berapa klik yang muncul di Dashboard anda, kemudian dihitung juga berapa yang betul betul chat dengan anda melalui WhatsApp.

Dari situ nanti anda bisa mendapatkan angkanya yang juga bisa dioptimalisasi dan dicari penyebabnya kenapa dia tidak jadi chat dengan anda.

Click Trough Rate (CTR)

Ada juga yang menyebutnya Click Through Ratio, sama saja !

Parameter facebook ads penting ini pada intinya mengkomparasi antara Tampilan (Impresi) dengan Klik yang terjadi di iklan anda.

Namun anda perlu bedakan, ada 2 CTR, yaitu :

  • CTR (All)
  • CTR (link)

Perbedaannya kalau CTR all atau CTR (semua) maksudnya adalah Facebook menghitung jumlah impresi dengan klik apapun dan dimanapun yang terjadi di iklan anda.

Misal mereka klik like, atau klik ke halaman facebook anda, atau klik berbagi, dsb.

Nah semua klik itulah yang dihitung oleh facebook, dibandingkan dengan total impresi yang terjadi.

Sedangkan CTR link adalah facebook menghitung jumlah impresi dibandingkan dengan klik pada link yang anda letakkan di iklan anda.

Biasanya mereka klik tombol yang anda gunakan di iklan anda yang memang disediakan oleh facebook, seperti :

  • Selengkapnya
  • Beli Sekarang
  • Pesan Sekarang
  • Daftar
  • Kunjungi Website
  • dsb

Nah, semua itu dihitung sebagai CTR link.

Posisi CTR di Dashboard

Seperti biasa, anda bisa mengarahkan mouse anda ke bagian ‘kolom’ yang berada di pojok kiri atas layar monitor anda, dan pilih ‘kinerja dan klik” atau mungkin bahasa Inggrisnya ‘performance and Click’.

parameter facebook ads penting

Setelah itu anda bisa melihat angkanya dalam persentase (%) untuk setiap hasilnya.

Cara Menghitung CTR

Anda sebetulnya tidak perlu repot repot menghitung manual seperti LPV : OC, melainkan anda cukup melihatnya saja di Dashboard iklan anda.

Tapi anda perlu tau juga bagaimana Facebook menghitungnya, begini :

(Klik (link atau semua) : Impresi) * 100%

Misalnya dari 1000 tampilan atau impresi iklan anda, ada 100 orang yang melakukan klik, berarti (100:1000)*100% = 10%.

Jadi CTR anda 1% ! Mudah kan?

Rekomendasi Nilai CTR

Tentu angka ini lagi lagi bukanlah sebuah acuan yang wajib anda ikuti, ini hanya rekomendasi dari para pengguna Facebook ads.

Angka yang direkomendasikan untuk CTR (link), yaitu menurut WordStream tergantung pada jenis bisnis yang anda iklankan di Facebook ads.

Namun secara keseluruhan atau setelah di rata-rata, maka angka terbaik untuk CTR pada Facebook ads yaitu 0.90%.

Kecil sekali ya?

ya, namun kalau dilihat lebih spesifik, nilai CTR tertinggi ada di bisnis retail yaitu sebesar 1.59%, dan terendah ada pada bisnis Finance dan asuransi sebesar 0.56%.

Ya, itu hanya tolak ukur, tentunya anda bisa mendapatkan angka lebih tinggi dari itu kalau bisa melakukan optimisasi dengan benar.

Meningkatkan CTR pada iklan Facebook ads anda

Seperti yang sudah disebutkan di awal pembahasan CTR ini, bahwa CTR dipengaruhi oleh beberapa faktor :

  • Copywriting
  • Ads Image
  • Call to Action Button
  • Audience
  • dsb

Pastikan target audience anda sudah benar dan sesuai dengan produk yang anda jual, anda bisa menggunakan Facebook Audience Insight untuk melihat kesesuaian antara minat dengan produk yang anda jual.

Setelah anda sudah memastikan kalau audience anda sudah sesuai, gunakan Copywriting yang menarik, atau kalimat kalimat promosi yang menarik.

Setelah kalimat promosi, jangan lupa untuk menggunakan gambar terbaik untuk ditempatkan di iklan anda, dan sesuaikan ukurannya untuk beberapa penempatan iklan Facebook anda.

Intinya adalah uji semua kemungkinan yang mungkin muncul untuk mengoptimisasi iklan anda.

Jangan asal asalan memasang iklan, audience, menulis ads copy, dan lainnya.

Conversion Rate

Bahasa Indonesianya yaitu Rasio Konversi, beberapa praktisi Facebook ads menyingkatnya menjadi “CR“.

Conversion Rate (CR) adalah persentase pelanggan yang akhirnya terkonversi (sesuai tujuan yang anda tetapkan) dibandingkan dengan jumlah pelanggan yang tertarik pada iklan anda.

Rumusnya yaitu :

CR = (Conv. / Total Visitor)*100%

Misal dari 100 pelanggan yang mengunjungi landing page anda, ada 10 orang yang akhirnya memutuskan untuk membeli produk anda.

Berarti Conversion Rate anda yaitu :

CR = (10/100)*100%

Hasilnya yaitu 10%.

Sangat mudah kan?

CR ini tidak anda temui di Dashboard Facebook Ads anda, melainkan anda harus menghitungnya sendiri.

Mengingat hitungannya yang mudah seharusnya cukup export data ke excel, kemudian anda tinggal buat rumus di atas.

Apa itu Conversion?

Conversion adalah target kegiatan (event) yang anda tetapkan di iklan anda.

Misalnya anda menetapkan mengisi formulir adalah conversion, artinya anda mengharapkan orang yang mengunjungi website anda untuk mengisi formulir tersebut.

Atau misalnya anda menetapkan pembelian di website sebagai conversion, maka setiap ada orang yang melakukan pembelian melalui website itu adalah conversion.

Conversion bisa beragam, seperti :

  • Pembelian di website
  • pengisian formulir
  • menghubungi anda via WhatsApp
  • klik tombol tertentu di website anda
  • dsb

Conversion ini adalah suatu kegiatan yang sangat berarti untuk bisnis anda.

Apa bedanya Conversion dengan Result ?

Conversion adalah Result !

Di Dashboard Facebook ads anda, nantinya anda akan mendapati angka Conversion yang terjadi dicatat sebagai hasil dari iklan anda.

Bedanya adalah kalau conversion berarti anda menggunakan objective conversion.

Rekomendasi Nilai CR

Seperti parameter lainnya, angka ini semakin tinggi maka semakin bagus.

Kalau anda mendapatkan 10 orang pembeli dari 100 orang yang mengunjungi website anda, maka kalau ada 30 atau bahkan 50 orang pembeli, maka akan lebih baik.

Namun untuk mengukurnya, angka rekomendasi CR untuk semua Industri yang beriklan menggunakan Facebook ads yaitu 9.21%.

Ya, itu adalah angka rata rata yang muncul dari banyak industri yang menggunakan Facebook ads sebagai media periklanan.

Jadi kalau campaign anda menghasilkan konversi lebih dari 9.21% artinya campaign anda berhasil dan bagus.

Kalau CR masih rendah?

Kalau Conversion Rate anda kurang dari angka rekomendasi, maka ada banyak sekali hal yang perlu di evaluasi, misalnya :

  • Penawaran anda kurang menarik
  • Produk anda kurang menarik
  • Sudut pandang iklan anda belum pas
  • dsb

Ya, konversi ini bukan hanya mengevaluasi iklan, melainkan sampai ke hal hal diluar iklan, seperti :

  • Kualitas produk
  • Sudut pandang produk
  • Penawaran yang menarik
  • dsb

Problem ini kompleks sekali, sebaiknya kita ngobrol aja ya :

Acquisition Cost

Setelah anda tau conversion rate, maka anda perlu berhitung lagi mengenai Acquisition Cost.

Baik, untuk hal ini memang tidak ada di Dashboard Facebook ads anda, dan anda perlu menghitungnya secara manual.

Dan sebetulnya ini bukan paramete yang ada di Dahsboard Facebook, tapi hitungan ini cukup baik kalau anda ingin melakukan Scale Up iklan yang sudah berjalan.

Misal anda menghitung Conversion dari orang orang yang sudah mengisi form dan berinteraksi langsung dengan customer service anda, dan memutuskan untuk membeli maka anda perlu menghitungnya dengan baik.

Misalnya anda mendapati event leads anda ada 100 orang, tapi yang betul betul berinteraksi dan akhirnya memutuskan untuk membeli ada 20 orang.

Biaya beriklan anda hingga mendapatkan 20 orang pembeli tersebut adalah Rp. 1.000.000, berarti biaya akuisisi untuk setiap orang yang membeli adalah 50.000 !

Jadi pastikan margin bisnis anda lebih dari 50.000 untuk mendapatkan profit.

Rumus Acquisition Cost

Sesuai dengan simulasi di atas, maka bisa kita lihat rumusnya adalah

Biaya Iklan / Pelanggan membeli

Kalau margin produk anda lebih dari Rp. 50.000 per produknya, maka bisa dipastikan anda untung.

Kalau kurang dari itu, berarti Conversion Rate nya harus diperbaiki lagi.

Kalau Acquisition Cost lebih besar dibandingkan Profit

Kalau Acquisition Cost anda lebih besar dibandingkan profit anda, maka ada beberapa hal yang bisa anda lakukan :

  • Tingkatkan persentase orang yang membeli (purchased) dari leads yang anda miliki
  • Coba buat penawaran yang lebih menarik
  • Buat produk paket, jadi margin anda bisa lebih lebar dengan kombinasi 2-3 produk sekaligus.

Jadi Acquisition cost sebetulnya merupakan salah satu dari parameter facebook ads penting yang tidak ada di dashboard facebook anda.

UTM Tracking

Baik, sekarang kita masuk ke parameter facebook ads penting yang paling banyak diabaikan.

Ya, UTM Tracking cukup sering diabaikan bagi para pengguna Facebook ads pemula.

Padahal dia sangat penting untuk mengetahui iklan mana yang paling menghasilkan dari iklan Facebook anda.

Dengan UTM tracking dari Google Analytics, anda bisa mengetahui beberapa hal, misal :

  • Orang orang yang melakukan klik WhatsApp ke CS anda
  • Alur aktifitas mereka di Website anda
  • Penyebab mereka tidak jadi membeli
  • dsb

Sebelum itu mungkin anda perlu sedikit mengenal apa itu UTM tracking.

Definisi UTM Tracking

UTM adalah singkatan dari Urchin Tracking Model yang disediakan olheh Google analytics untuk melacak halaman website tertentu dengan campaign yang sudah anda atur sebelumnya.

Misal anda memiliki halaman website websiteanda,com/produk_abc, kemudian anda memasang link tersebut ke berbagai posisi di website anda misalnya :

  • Sidebar
  • Footer
  • Header
  • Post
  • dsb

Dengan UTM tracking, anda bisa melacak, dari posisi mana halaman website tersebut lebih banyak di klik.

Apakah dari sidebar, footer, dsb

Begitu pula pada saluran pemasaran misalnya, anda memasang link website tersebut di :

  • Google ads
  • email marketing
  • Facebook ads
  • Instagram ads
  • dsb

Nah di Google Analytics, anda bisa dengan mudah melihat, saluran pemasaran mana yang menghasilkan banyak pengunjung ke website anda.

Dan hebatnya lagi, di Google Analytics ada yang namanya Behaviour Flow, yang mana memungkinkan kita melacak apa yang dilakukan oleh pelanggan dari saluran pemasaran tertentu di website kita.

Misalnya mungkin campaign A dari iklan anda menghasilkan banyak klik, tapi mereka bounced !

Dibandingkan campaign B yang lebih sedikit, tapi ternyata mereka sudah masuk ke halaman sign up, tapi tidak jadi sign up, nah dari situ bisa anda evaluasi.

Apakah terlalu banyak field untuk form, atau tombol tidak terlihat dengan jelas, dsb

Mengatur UTM Tracking pada Facebook Ads

Memasang UTM pada Facebook ads, selain bisa mengetahui dari campaign atau ads mana pelanggan anda masuk, bisa mengetahui apa yang mereka lakukan di website anda.

Untuk menambahkan UTM tracking pada iklan anda, ketika anda sudah masuk ke bagian pengeditan iklan, maka klik “buat parameter” dalam bahasa Indonesia, atau “Create Parameter” dalam bahasa Inggris.

Setelah anda klik, anda akan menjumpai tampilan yang berisi banyak field yang harus anda isi :

Beberapa kolom yang bisa anda isi yaitu :

  • URL Situs web : anda bisa isikan dengan landing page iklan anda
  • Sumber Kampanye : tentunya anda bisa isi dengan ‘facebook_ads
  • Media Kampanye : anda isi dengan posisi dimana dan menempatkan iklan tersebut, misalnya instagram story ‘ig_story‘ atau kalau anda menggunakannya untuk semuanya maka samakan saja menjadi ‘facebook_ads
  • Nama kampanye : bisa anda ambil dari nama campaign anda.
  • Konten iklan : anda bisa mengisinya dengan nama gambar iklan yang anda gunakan pada konten iklan tersebut, atau tema copywriting yang anda gunakan.

Cara Melihat hasil UTM Tracking Facebook Ads

Anda bisa melihat UTM yang sudah anda atur melalui beberapa cara di Google Analytics.

  • Buka Google Analytics > Akuisisi (Acquisition) > Semua Kampanye (All Campaign) > pilih dimensi sekunder > Sumber / Medium
  • Buka Google Analytics > Perilaku (Behaviour) > Alur Perilaku (Behaviour flow) > Kemudian sort berdasarkan campaign.

Sebelum itu, pastikan anda sudah memiliki website yang terhubung dengan google analytics.

Kesimpulan

Setelah anda mulai beriklan, maka anda perlu mengetahui parameter facebook ads yang penting untuk anda ketahui.

Gunanya mengetahui parameter facebook ads ini adalah untuk mengevaluasi kampanye yang sedang berjalan.

Apakah kampanye berlangsung baik, atau buruk.

Kalau baik bisa anda Scale Up kalau buruk bisa langsung anda modifikasi dan mencari kombinasi yang sesuai.

Beberapa diantaranya adalah :

  • Cost per Result
  • Outbound Click : Landing Page View
  • Click Through Rate
  • Conversion Rate
  • Cost per Conversion
  • Acquisition Cost
  • UTM tracking

Dengan memahami parameter penting facebook ads akan membuat iklan anda lebih efisien.

Semoga membantu.

Facebook Comments
Merasa Terbantu? Share lah, kasih tau yang lain jangan pelit pelit :
error0