fbpx
Willy Pujo Hidayat

5 Alasan Anda Jangan Bekerja di StartUp

Saya ingat betul beberapa tahun sebelumnya, ketika saya masih sekolah, beberapa orang senior saya merasa cukup (cenderung bangga) ketika bisa bekerja di perusahaan otomotif terbesar di Indonesia.

Walaupun tentunya menjadi PN* masih menjadi salah satu pekerjaan idaman (calon mertua), tidak bisa dipungkiri bahwa trend tempat bekerja ini bergeser.

Saya rasa era bekerja di perusahaan teknologi rintisan atau StartUp ini dimulai sekitar tahun 2016-2017.

Lebih tepatnya setelah generasi Y (milenial) angakatan terakhir lulus kuliah dan mulai mencari pekerjaan.

Ya, sekarang bekerja di perusahaan StartUp teknologi cukup menjadi hal yang baru dan dicari para anak anak muda usia produktif bekerja.

Bahkan mereka membuat perusahaan teknologi rintisannya sendiri?!

Asumsi saya yang mereka cari bukannya uang, melainkan pengalaman.

PPffftttt… ga yakin juga itu cari pengalaman, mungkin ada yang mencari gengsi atau mungkin titel, sebagaimana kita tahu titel jabatan di perusahaan startup itu aneh aneh.

Pada akhirnya, saya pun juga memutuskan untuk menceburkan diri ke kolam startup teknologi ini.

Gimana rasanya kerja di startup wil? enak? keren ya? ada bean bag?

Saya ceritain sedikit :

5 Alasan Anda jangan bekerja di perusahaan StartUp

StartUp itu bukan (lagi) Tokopedia, Gojek, apalagi Google

Kalau Anda hadir di perusahaan tersebut saat penggunanya masih dibawah 1000 customer mungkin bisa dibilang Anda bekerja di StartUp saat itu.

Google Tokopedia GOJEK bukan startup lagi - 5 alasan jangan kerja di perusahaan Startup

Tapi sekarang sudah tidak lagi !

Kini mereka hampir sudah tidak bisa lagi dibilang sebagai perusahaan Startup, mereka adalah Big Tech Companies.

Perusahaan Besar Teknologi !

Besar braayy !!

Jadi kalau Anda masih berasumsi, kerja di StartUp itu sama dengan kerja di Tokopedia atau Gojek, mungkin nongkrong Anda kurang lama.

“Terus StartUp itu apaan wil?”

StartUp itu bahasa keren Inggris dari Rintisan.

StartUp Company itu artinya perusahaan yang masih merintis.

Tau merintis?

Ibarat bangun rumah itu mereka masih bangun pondasi dulu, belum sempet aci-in tembok, boro-boro cari perabotan di IKEA.

Masih fase fase awal dalam memulai usaha.

Pedih, sakit !!

Jadi wajar kalau sekitar 90% perusahaan StartUp itu bahkan tidak bisa merayakan ulang tahun pertamanya.

Ciri ciri perusahaan StartUp teknologi itu biasanya :

  • Produknya aplikasi (baik itu app-based maupun web-based)
  • Model bisnisnya umumnya subscription (berlangganan), jarang yang punya produk untuk dijual.
  • Ada bean bag
  • Pakaiannya casual
  • Jumlah pegawai mungkin masih kurang dari 10 orang

Kalau Anda saat melamar kerja menemukan ciri-ciri seperti itu di perusahaan yang Anda lamar, berarti kemungkinan besar mereka punya bean bag adalah perusahaan startup teknologi.

Dan sebagai orang yang saat saya menulis ini sudah 3 tahun di perusahaan rintisan, 5 alasan ini mungkin bisa menjadi pertimbangan supaya Anda jangan bekerja di perusahaan startup.

1| Kerja Tidak Sesuai Job-Desc

Saya ingat ketika saya melamar kerja sebagai digital marketing atau internet marketing di perusahaan yang sekarang ini.

Term atau istilah “Digital Marketing atau Internet Marketing” itu sebetulnya untuk menangani promosi menggunakan platform iklan berbayar di Internet.

Seperti Google ads, atau Facebook Ads, dsb.

Secara garis besar, tugas pekerjaan internet marketing itu adalah mendatangkan sebanyak-banyaknya leads potensial ke bisnis, dengan biaya serendah rendahnya.

Melihat timnya yang baru berempat (ga salah baca, iya cuma berempat ‘4’), maka saya mau ga mau ikut membantu tugas teman lainnya.

Mengingat saya juga menjual produk secara B2B, maka saya bantu packaging, bantu lobby ke ekspedisi, menghandle customer, dsb.

bekerja tidak sesuai job desc - 5 alasan jangan kerja di perusahaan Startup

Jadi kalau Anda sangat idealis dan punya prinsip tidak mau bekerja sesuai job-desc, jangan bekerja di perusahaan StartUp.

Buat apa cari capek-capek kerja di luar Job-desc untuk cari pengalaman yang menambah wawasan yang bermanfaat untuk masa depan itu kalau

Anda dibayarnya sama aja. ya kan?

Ha ha ha ha

Nah, sekarang masalah bayar bayar.

2| Gajinyaaaaaaaa

Sebetulnya untuk hal ini tergantung ya.

Alhamdulillah perusahaan StartUp (kayanya juga sudah bukan StartUp sih) tempat saya bekerja ini memiliki Sister-company yang sudah cukup settled.

Jadi secara finansial Insya Allah aman.

Namun mendengar dari beberapa orang yang bekerja di startup lainnya, saya merasa lebih beruntung.

Beberapa dari mereka terlambat dibayar gajinya, atau gajinya tidak sebesar perusahaan pada umumnya, dsb.

gaji - 5 alasan jangan kerja di perusahaan Startup

Jadi kalau misalnya Anda nongkrong lagi dengan teman teman kuliah Anda yang sudah bekerja di perusahaan besar (seperti bank misalnya), maka sebaiknya Anda dengerin aja dia cerita tuh.

Ha ha ha ha

Kalau dibayarin sama mereka yang kerja di perusahaan yang sudah besar, sebaiknya manut aja.

ha ha ha

Karena memang secara income, perusahaan besar cenderung sudah aman secara finansial, jadi mungkin gaji mereka lebih besar dibanding Anda yang bekerja di perusahaan startup.

Anda?

Kerjaan banyak, gaji ga sebesar mereka. wkwkwkwk

Nah sekarang kerjaannya.

3| Kerjaannya Banyak

Hal ini relevan dengan kerjaan yang tidak sesuai job-desc di poin pertama.

Pekerjaan Anda cukup banyak nantinya !

Kok bisa?

kerjaan banyak - 5 alasan jangan kerja di perusahaan Startup

Karena mungkin Anda bisa saja rangkap pekerjaan.

Contohnya seperti : Internet Marketing/Content Marketing/SEO Specialist/Customer Service/CRO.

Ha ha ha ha

Kebayang ribetnya?

Begitupun dari divisi lainnya :

  • Accounting/Finance/Customer Service/Administrasi/Logistik
  • CEO/Business Development/HR
  • dsb

Gimana? masih tertarik?

4| Was was

Walaupun rejeki sudah diatur oleh Allah subhanahu wata’ala, tapi tetap saja perasaan was was itu ada.

Tiba-tiba bos Anda curhat ke Anda begini :

“Bro, kacau nih, kalau dalam 3 bulan ga dapet 100 juta penjualan, uang kita habis, dan startup kita ga bisa survive.”

Apa yang akan Anda lakukan?

Cabut aja?

Atau malah berusaha keras dapet 500 juta dalam 3 bulan?

Well, tidak bisa dipungkiri, kalau Anda berempati terhadap perusahaan maka perasaan was was itu selalu ada.

Dulu, di tahun pertama kami menjalankan bisnis ini, saya bilang ke tim :
“Kalau kita ga dapet 1M tahun ini, maka ga sampe Breakeven, dan entah tahun depan kita masih kerja di sini apa enggak”

Stress bekerja di startup - 5 alasan jangan kerja di perusahaan Startup

Pahit memang, tapi selalu saya sampaikan ke mereka.

Akhirnya tahun pertama, kami dapat (hampir) 2Milliar, Alhamdulillah

Walaupun masih rugi secara biaya operasional. ha ha ha ha

Tapi setahun itu saya was was terus, khawatir ga sampe target dan saya harus membereskan meja.

Tau istilah membereskan meja?

5| Stress

Yang satu ini juga relevan ke job-desc dan kerjaan yang banyak.
Akhirnya apa?

Ya, stress !!

Kerja was was - 5 alasan anda jangan bekerja di Startup

Target Anda mungkin jadi kabur, masih jauh dari apa yang diharapkan.

Karena terlalu banyak yang kita lakukan, semuanya dituntut untuk selesai, dan tentunya harus sesuai dengan target yang sudah ditetapkan.

Di level tertentu saya pernah sampe rumah ga bisa ngapa ngapain, cuma tidur.

Bahkan solat subuh aja jam 5 !!

Kacau !

Jadi gimana?

Masih mau kerja di perusahaan StartUp?

Ha ha ha

Supaya Fair, saya berikan juga keuntungan bekerja di StartUp :

Ada Keuntungannya

1| Ilmunya Banyak / Seabreg

Saya teringat pesan Jack Ma di salah satu videonya di YouTube.

Pesannya kurang lebih mengajak anak anak muda (sebelum 30) untuk masuk ke perusahaan kecil (rintisan).

Kenapa?

Karena dengan begitu, kita akan mempelajari keseluruhan proses bisnis yang berjalan.

Anda tahu dari bagaimana customer datang, dilayani, produk dikirim, pengembangan produk, bahkan sampai hal administratif seperti perpajakan, dan dokumentasi lainnya.

Anda kaya akan pengalaman.

Kalau nongkrong, Anda akan masuk ngobrol dengan siapapun karena pengetahuan Anda tentang bisnis sangat luas.

Berbeda dengan mereka menjadikan perusahaan besar sebagai awal karirnya.

masih muda cari pengalaman - 5 alasan jangan kerja di perusahaan Startup

Kata Jack Ma, mereka hanya menjadi gear kecil diantara mesin yang besar.

Tidak tahu apa yang ada di dalamnya, mereka hanya mengerjakan pekerjaannya saja.

Repetitif mungkin.

Hal ini tentunya bisa menjadi bekal atau mungkin investasi terbaik bagi Anda untuk nantinya bekerja di tempat lain, atau bahkan membangun bisnis sendiri.

2| Dekat dengan CEO

CEO tentunya bukan orang sembarangan.

Dia cenderung Risk Taker, pengambil resiko.

Mengingat ruang lingkupnya yang masih kecil, Anda bisa intens sekali berbicara dengannya khususnya masalah bisnis.

Saya kenal beberapa orang yang akhirnya menjadi CEO dari perusahaan yang mungkin revenuenya sekarang sudah di atas 100 Milliar.

Dekat dengan CEO - 5 alasan jangan kerja di perusahaan Startup

Ya, mereka orang orag pemikir cepat, pengambil resiko, dan pengetahuannya luas sekali.

Anda juga tidak tahu kalau mungkin perusahaan rintisan Anda menjadi besar dan terkenal, maka Anda akan bangga kalau Anda pernah mengenal CEO tersebut.

Menarik ya?

3| Ada Bean Bag

Ha ha ha ha

Beneran ada !

Bean bag di startup - 5 alasan jangan kerja di perusahaan Startup

Beberapa orang cenderung bertanya hal tersebut, entah apa maksudnya, tapi ya di kantor kami ada Bean Bag untuk menciptakan vibe santai tapi serius.

Bahkan ada PlayStation yang bisa dimainkan kapanpun sebagai stress release.

Mengingat saya ga bisa main PS, jadi saya tetap stres.

Ha ha ha ha

Kesimpulan

Bekerja di perusahaan rintisan harus saya bilang tidak mudah, bahkan berat, sakit, pedih.

Kalau Anda masih muda, baru lulus kuliah, belum menikah, tidak ada salahnya bekerja di sini.

Kita tidak pernah tau apa yang terjadi dengan perusahaan tersebut 5-10 tahun mendatang.

Pernah tau kisah driver pertama GOJEK dengan ID 001 ?

Ya, dia Driver pertama yang direkrut oleh GOJEK.

Konon kabarnya dia bertemu dan ngobrol langsung dengan Nadiem Makarim, isunya bahkan sampai bertukar nomor handphone sekiranya ada sesuatu yang dibutuhkan.

Bapak driver tersebut sudah menjadi tonggak sejarah GOJEK, dan tentunya dia sekarang bangga kalau dia pernah bertemu dan berinteraksi langsung dengan Nadiem Makarim.

Sebagaimana Anda nanti, kita tidak pernah tau kalau perusahaan itu mungkin akan menjadi besar kedepannya.

Tidak salah kalau Anda menginvestasikan waktu Anda untuk ditukar dengan pengalaman merintis bisnis di perusahaan startup.

Bahkan nilainya lebih tinggi dan tak terbayar dibandingkan dengan teman teman Anda yang mungkin sudah bekerja di perusahaan besar dalam mengawali karirnya.

Sebetulnya judul tulisan ini, yang bilang jangan bekerja di perusahaan StartUp tidak lain adalah karena saya secara pribadi ingin Anda bekerja di StartUp.

Khususnya Anak anak muda !

Usia muda Anda adalah investasi Anda yang berharga, sayang kalau harus ditukar dengan melakukan pekerjaan yang repetitif di perusahaan besar.

Ini pendapat saya.

Bagaimana menurut Anda?

Merasa Terbantu? Share lah, kasih tau yang lain jangan pelit pelit :