fbpx
Willy Pujo Hidayat

Bersandar Pada Sosial Media

Pandemi COVID-19 ini bagi sebagian orang mungkin seperti sebuah bencana yang besar, khususnya mungkin paling keras menggampar sektor ekonomi.

Namun, keadaan mendorong beberapa pekerja yang akhirnya kehilangan pekerjaannya untuk tetap menghasilkan uang dengan cara yang lebih canggih.

Ya, berbisnis online !

kata kunci ‘bagaimana berbisnis online’ atau ‘bagaimana menghasilkan uang secara online’ belakangan ini cukup meningkat pencariannya.

Berserakan artikel di mesin pencarian seputar bagaimana berbisnis online, dari yang paling awal dengan menggunakan platform eCommerce, hingga yang paling advance yaitu membuat toko online sendiri.

Namun mungkin sebuah fenomena menarik akhirnya muncul di sini.

Dari sekian banyak platform eCommerce, layanan membuat website toko online gratis, hingga yang berbayar, para pebisnis pemula ini lebih melirik wadah lain untuk berbisnis.

Sosial Media !

Shifting

Aneh menurut kita, karena ibarat diberikan motor atau mobil untuk sampai ke tujuan, namun Anda lebih memilih make-up.

Like whaat??

Alih alih mereka memilih sebuah mekanisme eCommerce atau online store yang sudah didesain sedemikian rupa olah para insinyur terbaik di dunia ini, mereka lebih memilih sosial media.

Mereka lebih memilih sebuah wadah tempat bertukar foto penuh pose yang mungkin bukan ‘sarang’ pembeli untuk memulai bisnisnya.

Sebuah pergeseran (shifting) kebiasaan yang cukup menarik dan perlu pendalaman alasan mengapa demikian.

Socio-commerce

Bukan tanpa alasan para pebisnis startup ini memulai bisnisnya dari sosial media, karena sosial media pun memfasilitasinya.

Benar, sosial media sudah lama menyadari pergeseran kebiasaan ini.

Jumlah pengguna yang besar setiap harinya, dengan jutaan interaksi setiap hari, tentunya peluang bagi mereka yang ingin menginformasikan sesuatu.

Dan ya, sosial media akhirnya memberikan Anda sebuah wadah bagi

Anda untuk menginformasikan entitas bisnis Anda di sana.

Bahkan mungkin sekarang sudah sampai pada tahap cukup bagi Anda memiliki sosial media sebagai sarana untuk memulai maupun mengembangkan bisnis.

Sebuah perpaduan antara sosial media dengan eCommerce yang mungkin sudah diaduk dan diramu sedemikian rupa sehingga rasanya menjadi sesuatu yang baru.

Kemudahan yang sosial media tawarkan untuk penggunanya, baik untuk menjual dan memasarkan produk, hingga membeli dan mendapatkan produk yang Anda inginkan di sana.

Bayar untuk Tetap Bersandar, atau Pergi !

Pernah satu malam saya bingung mencari tukang sate langganan saya yang biasanya dari habis maghrib sudah stand-by di dekat ruko tersebut.

Mungkin bisa saja saya mencari tukang sate lain, namun yang satu ini sudah cocok di lidah saya.

Sampai akhirnya saya jalan sedikit beberapa meter dari tempat beliau biasanya stand-by.

Kok pindah pak?” kata saya penasaran.

Sama yang punya ruko uang sewa lapaknya dinaikkin mas, ga nutup” katanya dengan nada rendah sambil membumbui 10 tusuk sate ayam yang sudah saya pesan.

Ya, mungkin begitu lah kalau kita masih bersandar pada sesuatu, sekali sesuatu itu bergeser atau pergi, maka Anda akan jatuh.

Sebagaimana sosial media yang bisa bergeser atau pindah kapanpun mereka inginkan, sedangkan bisnis Anda di sana.

Jatuh? mungkin saja.

Kita bisa tetap bersandar padanya asal kita mampu mengikuti kemana dia pergi, dan apa yang dia inginkan.

Kalau dia mau Anda membayar sejumlah uang agar bisnis Anda tetap di sana, maka Anda mau tidak mau harus menurutinya, bukan?

Bukankah bisnis Anda sudah besar di sana?

Bukankah pelanggan Anda sudah banyak mengenal akun sosial media bisnis Anda?

Kalau tidak mau, ya seperti abang tukang sate langganan saya.

Anda harus bergeser, pindah ke tempat lain, dan lapak Anda akan diberikan kepada bisnis lain yang mau dan mampu melakukannya.

Memilih Landasan yang Kuat

Alih alih Anda bersandar, bukankah lebih baik Anda mengangkat kepala

Anda dan berdiri di atas kaki sendiri?

Lelah? memang.

Berat? pasti.

Paling tidak itu adalah kaki Anda sendiri, kalau Anda lelah bisa duduk, kalau gatal bisa digaruk.

Dibanding bersandar yang kita tidak tahu kapan sandaran kita akan pergi meninggalkan kita dan membiarkan kita jatuh begitu saja?

Bagaimana menurut Anda?

Merasa Terbantu? Share lah, kasih tau yang lain jangan pelit pelit :