fbpx
Willy Pujo Hidayat

Gelombang Pertama Aktifitas Scan QR Code

Selain berbelanja online dan meeting secara virtual, ada kebiasaan lain yang terkatalisasi karena pandemi.

Implementasi teknologi ini sebelumnya mungkin bisa dikatakan tidak terlalu populer.

Mungkin karena melihat urgensi, sehingga rasanya penerapan teknologi ini, pada saat itu tidak begitu diperlukan.

Namun, ketika semua aktifitas kita terkonversi menjadi virtual, ketika semua menjadi contactless, teknologi ini menjadi semakin dikenal.

Betul, yaitu scan QR Code.

Kini sepertinya kegiatan tersebut cukup lumrah, dan bahkan hampir semua aktifitas analog, bisa bertransformasi menjadi online hanya dengan scan QR Code.

One QR Code away.

Aktifitas scan barcode yang sudah biasa kita lakukan belakangan ini

Yang menarik yaitu tentang bagaimana memaksimalkan kebiasaan baru yang trendnya sedang meningkat ini.

Pemindaian QR code adalah salah satu jembatan aktifitas offline ke online yang menarik untuk digali dan dimanfaatkan.

Peningkatan Trend

Anda atau kita semua mungkin sudah tidak gugup ketika diminta untuk scan QR Code pedulilindungi saat akan masuk ke pusat keramaian seperti mall.

Kita seperti sudah tahu apa yang harus kita lakukan dengan rangkaian kotak kotak kecil pada sticker atau banner tersebut.

Setelah masuk ke dalam mall, dan Anda duduk di restoran untuk makan di tempat, mungkin pelayan sudah tidak lagi menghampiri dan memberikan Anda menu makanan.

Sebagai gantinya, di meja Anda sudah ada hiasan kecil menarik dengan QR Code yang tertera di sana.

Ya, menu digital langsung muncul sesaat setelah Anda  melakukan scan QR Code menu tersebut.

Scan qr code untuk memesan makanan di restoran

Selesai makan, Anda pergi ke kasir untuk membayar, dan Anda menemukan QR Code lain dengan logo QRIS.

Yang artinya Anda bisa langsung membayar, lagi lagi dengan cara melakukan pemindaian dari QR Code pembayaran tersebut.

(fyi, pembayaran dengan QRIS meningkat hingga 163% pada 2021)

Tidak terasa sudah masuk waktu maghrib, Anda mampir sebentar ke masjid untuk menunaikan sholat maghrib.

Persis di pintu masuk, Anda lagi lagi menemukan rangkaian kotak yang tidak asing tersebut.

Ya, itu adalah QR Code akun bank Yayasan pengelola masjid tersebut, yang bisa memudahkan Anda dalam beramal.

Dari seluruh urusan dunia sampai akhirat pun bisa bersinggungan dengan teknologi ini.

Aktifitas scan QR Code ini memungkinkan Anda untuk tidak bersentuhan langsung dengan objek yang berpotensi menyebarkan penyakit yang belakangan sedang ramai ini.

Jadi mungkin wajar kalau implementasi teknologi ini menjadi begitu masif, khususnya di masa Pandemi.
Trend-nya sangat meningkat, beberapa kata kunci seperti QR Code dan Scan QR Code menjadi cukup ramai dicari di mesin pencari Google.

Peningkatan trend pencarian QR Code dan pemindaian

Entah apakah trend ini akan terus tumbuh seiring dengan perubahan kebiasaan masyarakat, atau akan ada pengembangan teknologi baru kedepannya.

Mereka yang terlibat

QR Code itu adalah visualisasi dari satu tautan atau kode tertentu.

Betul, hanya satu !

Jadi Anda harus memanfaatkannya dengan baik dengan cara se-bijaksana-mungkin menentukan link atau kode seperti apa yang Anda ingin konversi ke QR code.

Mungkin bisa diibaratkan seperti pintu masuk.

Ya, Anda memberikan “kunci” pintu ke website Anda untuk kemudian pengunjung bisa “mampir” ke ruangan atau space yang Anda tentukan dari website Anda.

All in one link works

Satu link pintu masuk yang berisi pintu pintu lain kemana mereka ingin pergi.

Akrab dengan skema ini?

Persis, link sosial media di Instagram juga mirip dengan apa yang QR Code berikan.

Instagram memberikan satu tempat Anda meletakkan link pada bio atau profil Anda untuk kemudian bisa Anda arahkan ke mana saja.

(Ya, oke, sekarang link bisa disematkan langsung di-story, namun sepertinya di-feed belum)

Bagaimana kalau Anda memiliki banyak produk?

Bagaimana kalau Anda memiliki beberapa landing page dari produk atau jasa yang Anda tawarkan?

Sepertinya all-in-one link bisa menjadi alternatif.

Dari beberapa penyedia produk all-in-one link, maka Linktree termasuk salah satu yang mungkin cukup populer.

Dari namanya kita bisa membayangkan kalau satu link tersebut, akan bercabang seperti pohon (tree) yang terdiri dari beberapa link lain.

Dan ya, LInktree menjadi sangat populer sebagai all-in-one link yang bisa diletakkan di sosial media, dan tentunya dikonversi menjadi QR Code untuk dipindai (scan).

all in one link yang ada di instagram bisa dikonversi menjadi qr code

Pada awal 2020, mereka mendapatkan pendanaan hingga 10 juta dolar, dan ditutup dengan pendanaan lain di tahun 2021 dengan nilai yang cukup besar yaitu 45 juta dolar.

Sekitar 4 kali lipat !

linktree mendapat pendanaan

Ini artinya memang all-in-one social media link akan menjadi sangat populer dengan jangkauan pengguna yang cukup luas.

Sebuah produk all-in-one link yang menawarkan banyak fitur mungkin bisa menjadi alternatif dari WhatsApp link yang mungkin terlihat “begitu-begitu” saja.

Alih alih menggunakan Linktree, Anda mungkin bisa menggunakan social link lain yang secara fitur, cukup mengena ke para pebisnis di Indonesia.

beberapa opsi all in one link

Ini mungkin bukan lagi all-in-one social link, tapi must-have social link.

Ya, Utas.co bahkan bisa sampai memberikan fitur checkout dengan berbagai pembayaran yang orang-Indonesia-friendly bagi pelanggan Anda yang ingin langsung membeli.

Setelah Anda memiliki link tersebut, Anda bisa mengkonversinya menjadi bentuk QR code, dan menyebarluaskannya ke audience Anda.

Implementasi QR Code dalam Bisnis

Saat ini penerapan QR Code dalam bisnis sudah sangat beragam.

Seiring dengan market yang sudah teredukasi (cenderung terampil, bahkan), maka para pebisnis mulai semakin kreatif mengimplementasikan teknologi ini.

hampir semua smartphone sekarang memiliki NFC

Selain beberapa contoh di bagian awal tulisan ini, mungkin beberapa hal berikut mungkin sudah Anda lakukan, atau yaa paling tidak bisa memberikan ide bagi Anda.

Oh iya, karena mungkin terlalu luas (serius), saya akan persempit ke ruang lingkup bisnis atau commerce.

1-Memberikan Bonus atau Voucher

Untuk Anda yang saat ini sudah menempelkan QR Code atau QR code pada kemasan Anda, maka Anda cukup cerdas melihat peluang.

Untuk Anda yang belum, sebaiknya Anda bergegas.

Karena kebiasaan scaning QR Code ini sedang masif, sehingga Anda harus segera memanfaatkannya untuk memberikan bonus atau voucher kepada para pelanggan Anda.

Dengan begitu, harapannya Anda bisa mendapatkan retensi pembelian yang baik dari pelanggan yang sudah pernah membeli produk Anda.

Anda dorong mereka untuk membeli kembali melalui voucher atau bonus yang Anda “sembunyikan” di dalam QR Code yang Anda tempelkan di kemasan luar produk Anda.

Cara ini sudah dilakukan oleh toko online terbesar dunia seperti amazon :

amazon qr code pada kardus

Tentunya dengan QR Code ala amazon dengan logo senyumnya.

Mc Donald juga pernah melakukan hal yang sama pada kemasannya.

2- Mengumpulkan Data Pelanggan

Konsep ini tidak jauh berbeda seperti sebelumnya, namun hanya berbeda jenis marketnya saja.

Kalau bonus berupa QR Code pada kardus kemasan adalah untuk orang yang sudah membeli produk Anda, yang ini lain.

Konsep ini banyak digunakan justru untuk menciptakan pembelian pertama.

Caranya sederhana, Anda hanya meletakkan QR Code pada banner promosi Anda yang Anda tempatkan di lokasi lokasi strategis audience Anda berada.

Anda bisa memberikan voucher diskon untuk pembelian pertama melalui QR Code tersebut.

Tentunya harus menarik ya, agar calon pelanggan Anda tertarik untuk mengarahkan kamera smartphone-nya ke QR Code pada banner Anda.

Tentunya tidak hanya banner ya, bisa saja brosur Anda, produk gimmick Anda, atau bahkan Baliho.

3- Loyality Program

Selain dari hal hal “biasa” seputar QR Code di atas yang mungkin pernah kita temui di beberapa tempat, QR code untuk loyality program ini terbilang unik.

QR Code yang mungkin biasa digunakan untuk satu kali pakai atau mungkin kurang terpersonalisasi dengan baik, bisa menjadi berbeda di tangan yang tepat.

Yang menarik adalah yang kita tahu selama ini, kalau loyality program itu bersifat personal.

“Bukannya QR Code itu untuk publik? bagaimana personalisasinya?”

Begini..

Mungkin Anda pernah ditanya “ada membernya kak?” setiap kali berbelanja di mini market.

Ya kan?

Kemudian mereka memasukkan pin kode yang ada di kartu member Anda, dan menghubungkannya dengan poin hasil belanja Anda saat itu.

Kemudian poinnya akan terkumpul di sana untuk Anda tukarkan kembali.

Tidak jauh berbeda, McD juga menerapkan skema lolyaty program yang sama, namun lebih canggih.

Yes, dengan QR Code !

qr code sebagai loyalty program pada mc cafe

Sebetulnya konsep personalisasinya sama saja, karena Anda diminta untuk menginstal aplikasinya dan scan QR Code yang tertera di struk melalui aplikasi tersebut.

Sehingga aplikasi akan mengenali dan mencatat berapa kali kode tersebut Anda pindai.

Setelah mendapatkan 5 stempel (melalui scan QR Code tersebut) Anda bisa menukarkannya dengan minuman gratis.

Kopi kenangan juga menerapkan teknologi QR Code untuk skema loyalty program yang serupa.

Setelah Anda mendownloadnya, maka Anda bisa scan QR Code yang tertera di struk pembelian melalui aplikasi yang sudah terinstal di Smartphone Anda.

qr code sebagai loyalty program pada kopi kenangan

Bagaimana ?

Tangan Anda sudah gatal untuk juga mengimplementasikan cara cara di atas untuk bisnis Anda?

Dan memanfaatkan gelombang pertama Scan QR Code ini ?

Gelombang Pertama?

Iya, saya melihat kebiasaan ini sangat mungkin bisa berkembang menjadi implementasi teknologi lain.

1- NFC & RFID Marketing

Level dua dari pemindaian QR Code adalah NFC dan RFID.

Kalau pada scan QR Code Anda perlu membuka aplikasi scanner, atau aplikasi pemindaian, maka tidak untuk dua teknologi ini.

NFC adalah Near Field Communication adalah sebuah sistem yang menghubungkan 2 perangkat yang berbeda.

Ada NFC card yang menyimpan data, dan NFC reader yang akan menerima dan melaksanakan data dan program yang ada pada NFC Card.

Pada NFC, Anda hanya perlu menempelkan smartphone Anda ke titik tertentu yang terdapat chip NFC dan seketika itu juga, smartphone Anda akan berjalan mengikuti chip NFC yang sudah diprogram sebelumnya.

Ya, hal ini tentunya akan bergantung pada perangkat gadget yang Anda miliki, apakah memiliki NFC reader atau tidak.

Namun kebanyakan smartphone kini sepertinya sudah menjadikan NFC reader sebagai fitur default mereka.

hampir semua smartphone sekarang memiliki NFC

Dan ya, dengan NFC, aktifitas pemindaian QR Code kini bisa bergeser menjadi lebih cepat dengan hanya mendekatkan smartphone ke titik NFC.

Penerapan teknologi NFC yang umum atau paling tidak pernah Anda lihat mungkin dari Telkomsel yaitu T-Cash.

Kalau saja T-Cash tetap konsisten sampai masa pandemi, maka implementasi teknologi ini bisa meledak menjadi sangat viral.

Teknologi payment menggunakan NFC juga ada di Google Pay :

NFC untuk payment google pay

Selebihnya, mungkin kita jarang menemukannya pada campaign marketing.

Namun beberapa perusahaan ini sudah menerapkan campaign NFC untuk brand mereka

Contohnya yaitu Domino yang meletakkan banner mereka di beberapa titik keramaian, dengan menyematkan chip NFC di setiap bannernya.

Anda hanya perlu mendekatkan smartphone Anda ke banner tersebut untuk mendownloadnya.

Bersih tanpa QR Code !

Keren.

Tidak jauh berbeda dengan NFC, RFID juga memiliki cara kerja yang tidak jauh berbeda.

Namun, kalau NFC bekerja dalam jarak dekat, RFID justru bekerja dengan radius yang sedikit lebih jauh dari NFC, yaitu beberapa meter.

Implementasi RFID juga belakangan sedang ramai, khususnya di dunia transportasi di mana akhirnya mobil tidak perlu berhenti dan tap kartu saat masuk tol.

RFID Flo untuk pembayaran tol tanpa berhenti

Sebagai gantinya mereka diminta untuk menempelkan stiker RFID yang nantinya akan secara otomatis terbaca oleh sistem di gerbang tol.

lagi, sangat memudahkan ya?

Tidak kah Anda melihat ini sebagai masa depan?

Kemungkinan besar konsep barcode atau QR code, akan digantikan oleh kedua sistem ini yang tentunya lebih praktis.

Dan betul saja, memang konsumsi atau kebutuhan terhadap teknologi NFC atau RFID ini selalu naik, dan cenderung stabil setiap tahunnya.

pertumbuhan market untuk NFC

“terima kasih” kepada COVID yang akhirnya mendorong orang untuk berinteraksi secara contactless, sampai akhirnya teknologi ini juga mulai terjadi peningkatan penggunaan.

Kedepannya semua QR Code yang sebelumnya Anda minta audience Anda untuk memindainya, sekarang berganti menjadi NFC yang cukup dengan mendekatkan smartphone  mereka tanpa harus membuka aplikasi apapun.

2- Geolocation

Walaupun saya agak ragu menyampaikan ini, namun Geolocation Marketing mungkin bisa juga menjadi alternatif dari scan barcode yang sudah ada.

Geolocation Marketing adalah sebuah cara pemasaran yang berdasarkan pada posisi atau letak fisik customer di tempat tertentu.

Geofencing marketing

Pada level dengan space yang lebih sempit disebut Geofencing, yang spesifik hanya pada area atau lapak tertentu.

Geofencing ini sama sekali bisa menggantinya scan QR Code sebelum memasuki mall.

Atau bahkan membuat customer loyalty program menjadi lebih mudah.

Sistem Geofencing akan mendeteksi ketika customer Anda masuk ke toko Anda, dan mungkin bisa langsung memberikan poin ke akun mereka.

“Terima kasih sudah berkunjung kembali hari ini”

Seketika pesan tersebut muncul melalui aplikasi yang terinstal di smartphone mereka.

Atau Anda bisa membuat campaign dengan memanfaatkan orang yang pernah berkunjung ke tempat tertentu.

Campaign Anda akan sangat tertarget !

Namun, ya lagi, ini mungkin akan mengganggu personal space atau privasi customer, karena itu, Anda perlu menggunakannya secara bijak.

Terlepas dari itu, Geofencing adalah masa depan yang baik sebagai penerus dari scan QR Code, bahkan NFC sekalipun.

Kesimpulan

Terlepas dari issue kesehatan selama pandemi ini, tetap ada hal positif yang mungkin bisa kita rasakan manfaatnya.

Ya, implementasi teknologi contacless semakin pesat, dan mungkin sudah mencapai puncaknya.

Saya menyebutnya gelombang pertama.

Karena saat ini semua orang mungkin sudah tidak asing untuk melakukan pemindaian terhadap code QR Code kotak yang banyak tercantum di beberapa tempat.

Mereka sudah terbiasa untuk langsung otomatis mengambil smartphone-nya dan melakukan pemindaian.

Kedepannya mereka tidak lagi perlu memindai.

Opsi pertama mereka hanya perlu mendekatkan smartphone mereka ke titik tertentu yang sudah tertanam chip NFC.

Lebih dari itu, bahkan Geofencing akan lebih menarik dan menjanjikan bagi bisnis dan memudahkan pelanggan, karena mereka tidak lagi perlu mengeluarkan smartphone-nya.

Saya menyebutnya sebagai gelombang kedua.

selanjutnya adalah teknologi NFC marketing

Dan itu sangat menarik dan sayang kalau Anda atau bisnis Anda lewatkan begitu saja.

Selamat berkreasi dengan NFC dan Geofencing.

Oh, atau malah belum memanfaatkan QR Code?

Ha ha ha

Merasa Terbantu? Share lah, kasih tau yang lain jangan pelit pelit :
Topik
Partnership
Ngobrol
Podcast