fbpx
Willy Pujo Hidayat

Waktu : Harapan atau Janji?

Waktu menjadi hal yang mungkin tidak dipedulikan oleh sebagian orang (baca : santuy), namun di lain sisi ada orang yang sangat ketat terhadap waktunya.

Orang yang mengetatkan waktunya mungkin akan terlihat sangat sibuk dan teratur, cenderung tidak menyenangkan dan sama sekali tidak cocok diajak nongkrong-nongkrong santai.

Namun kalau diperhatikan orang orang tersebut ada benarnya.

Mereka menghargai waktu yang mereka miliki, sehingga mereka tidak mau membiarkan semuanya terbuang sia sia begitu saja.

Orang orang seperti itu menghitung berapa waktu yang diperlukan olehnya untuk melakukan suatu pekerjaan.

Berlebihan?

Waktu adalah Janji

Berbicara dengan waktu memang tidak bisa sembarangan.

Ingat ketika Kolonel Sarwo Edhie ditanya oleh Presiden

Soeharto terkait waktu yang dibutuhkan oleh RPKAD (sekarang KOPASSUS) untuk merebut kembali.

“20 menit pak” katanya menjawab.

Baik, 20 menit itu bukan waktu yang lama bahkan cenderung sempit untuk sebuah operasi militer berbahaya.

Tapi mereka mampu menunaikannya dengan baik.

Seperti Elon Musk yang merah kepada Jeremy Hollman ketika dia tidak mampu menjawab terkait waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan problem di SpaceX kala itu.

Menurutnya semua harus berada dalam sebuah skema perencanaan yang baik, termasuk waktu.

Tidak hanya mereka orang orang yang mengukir sejarah yang selalu bersinggungan dengan waktu, tapi mungkin kita juga.

Waktu adalah Kejelasan

Berbicara nanti, terlebih dalam sebuah bisnis adalah hal yang abu-abu.
Semua harus jelas, runut, dan tertib.

Kemampuan kita menjawab waktu adalah manifestasi dari kematangan rencana yang kita buat.

Orang yang tidak punya rencana akan bingung ketika ditanya kapan projek ini akan selesai.

“Mungkin 2 minggu lagi, mungkin akhir bulan”, dan yang paling buruk “nanti kalau sudah selesai, saya informasikan”

Baik, mungkin Anda perlu mengenal yang namanya TAT atau Turn-Around Time.

Sebuah rentang waktu tentang seberapa lama sebuah kegiatan itu dilakukan.

“Besok barang saya kirim” atau “Projek ini bisa selesai dalam 3 hari”.

Sebuah peryataan yang mantap yang dilontarkan kepada mereka yang menantikan sebuah hasil.

Kalau meleset?

Waktu adalah Harapan

Ketika berjanji bahwa projek ini akan selesai dalam 3 hari, maka memang sebaiknya Anda fokus untuk menyelesaikannya dalam 3 hari.

Karena mereka sudah menaruh harapan kepada Anda mereka.

Memberikannya lebih cepat dan dengan hasil yang memuaskan maka

Anda sudah melebihi apa yang mereka harapkan.

Namun, semakin Anda jauh dari harapan mereka, maka mereka tidak akan lagi pernah berharap kepada Anda.

Berikan mereka harapan yang jelas dan realistis, penuhi janjinya, dan berikan mereka melebihi apa yang mereka harapkan.

Bukankah hal itu menyenangkan?

Merasa Terbantu? Share lah, kasih tau yang lain jangan pelit pelit :