fbpx
Willy Pujo Hidayat

5 Job Desc Utama Digital Marketing

5 Job Description (Job desc) utama digital marketing – profesi yang belakangan ini cukup banyak orang yang menggelutinya.

Jaman sudah berubah dari konvensional ke digital, dari manual ke otomatisasi, termasuk bisnis dan tentunya marketing.

Karena itu, peran digital marketing atau biasa disebut juga internet marketing ini kini mulai ramai diminati oleh banyak perusahaan.

Namun karena ketiadaan standar yang baku yang bisa menjadi rujukan oleh beberapa perusahaan, maka job desc profesi yang satu ini sering  salah didefinisikan.

Beberapa bahkan mencakup lebih dari 3 fokus pekerjaan yang berbeda untuk satu orang yang berprofesi sebagai digital marketing.

Ada yang memasukkan pembuatan konten, ada yang juga memasukkan SEO (Search Engine Optimization), ada yang memasukkan pengembangan website, yang tentunya bukan pekerjaan utama dari seorang digital marketing.

Jadi apa saja job description atau job desc utama seorang digital marketing ?

5 Job Desc Utama Digital Marketing

1- Memahami Produk dan Segmentasi Pelanggan dengan Baik

Sebagaimana marketing pada umumnya, sebagai bagian paling awal, Anda perlu mengetahui produk yang Anda jual dengan baik.

Anda tidak bisa tiba tiba langsung mem-publish iklan dan mempromosikannya begitu saja.

Ah langsung pake Facebook Ads aja mas?!”

Ya, ga gitu juga.

Apakah Anda yakin kalau audience Anda ada di Facebook atau Instagram?

Atau justru malah customer Anda ada di iklan Gmail-nya Google Ads.

Well, untuk bisa mengetahui segmentasi pelanggan, Anda perlu memahami secara mendalam tentang produk yang akan Anda promosikan.

Memahami produk dan segmentasi pelanggan dengan baik - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Bukan, job atau pekerjaan utama Anda sebagai seorang digital marketing bukan berkutat dengan dashboard, melainkan dengan produk dan pehamahan yang dalam terhadap segmentasi pelanggan.

Karena platform periklanan itu hanya media, atau saluran untuk Anda menyampaikan value produk Anda ke audience yang tepat dengan baik.

Memahami produk dan segmentasi pelanggan bisa menggunakan business model canvas - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Anda bisa menggunakan Value Proposition Canvas di Atas.

Sebelah kanan yang bulat itu adalah calon pelanggan Anda, seperti :

  • Customer Jobs : Apa yang calon customer Anda lakukan selama ini.
  • Customer Pain : Hal apa yang mengganggu mereka selama mereka melakukan Jobs-nya sehari hari
  • Customer Gain : Hal apa yang pelanggan sebenarnya inginkan, apa ekspektasi mereka.

Setelah itu, sebelah kirinya adalah canvas tentang produk Anda, seperti :

  • Pain reliever : Apa yang produk Anda tawarkan untuk mengobati gangguan mereka.
  • Product & Service : Apa yang menjadi keunggulan produk Anda.
  • Gain : Apa yang produk Anda berikan untuk memberikan lebih dari ekspektasi customer.

Selengkapnya bisa Anda pelajari di Business Model Canvas dari Strategyzer.

Memikirkan itu saja mungkin akan membuat Anda tidak tidur selama seminggu, bahkan lebih.

Ha ha ha

Menentukan apa keunggulan produk tidak semudah itu, Anda perlu mengujinya.

Apakah betul memang customer atau target audience Anda membutuhkan fitur andalan produk tersebut?

Atau apakah betul target audience Anda mau berpaling ke produk Anda dari kompetitor karena keunggulan tersebut?

Bisa saya katakan bahwa di 3 bulan pertama, waktu saya habis lebih dari 50% untuk membicarakan ini dengan tim dan banyak divisi di kantor.

Anda akan berjibaku menentukan siapa customer Anda, apa yang menjadi daya tarik produk Anda, dan tentunya siapa kompetitor Anda.

Anda perlu memetakan bisnis Anda, produk Anda, dan produk kompetitor.

Pilih dari celah mana yang sebaiknya Anda masuk untuk melawan kompetitor Anda.

Baru setelah itu Anda bisa menentukan selling point produk Anda.

2- Menentukan Selling Point / Angle Marketing

Ya, lagi lagi job desc utama seorang digital marketing masih belum masuk ke dashboard dari Google Ads, Facebook Ads, dan platform advertising lainnya.

Setelah Anda mengetahui apa keunggulan produk Anda dan siapa marketnya, maka tahap selanjutnya adalah menentukan selling point dan angle marketing apa yang harus Anda gunakan.

Menentukan selling point atau angle marketing - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Itu yang nantinya akan konsisten Anda gunakan di setiap campaign Anda.

Dari mulai konten iklan, ads copy, landing page, bahkan sampai kalimat pembuka percakapan email maupun WhatsApp.

Ya, angle marketing itu harus tetap konsisten Anda gunakan di semua elemen yang terkait dengan campaign ini.

Anda bisa menggunakan Tagline yang bisa memunculkan keunggulan produk Anda dibandingkan dengan produk kompetitor.

Anda bisa menggunakan tagline yang berisi beberapa kata, misal :

  • Pakai Produk Kami, Lebih Mudah & Praktis !
  • Jagonya Naikin Traffic
  • Jagonya ayam
Contoh tagline dan kalimat marketing - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Dan lagi, menentukan tagline dari angle marketing Anda atau selling point produk Anda itu tidak mudah.

Tidak bisa asal enak didengar misalnya, lalu langsung digunakan.

Harus dicek kembali apakah menyiratkan sebuah fitur unggulan Anda, apakah menyiratkan manfaat produk untuk melawan kompetitor.

Cukup sampai sini, pikirkan dulu baik baik yaa..

3- Menentukan Funnel

Ya, di tahap ketiga dari job desc utama sebagai digital marketing, yaitu terkait pembuatan atau penentuan funnel.

Funnel di sini artinya tidak hanya corong ya, melainkan ke hal hal yang lebih kompleks.

Membuat dan menentukan marketing dan business funnel - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Setelah Anda mengetahui produk Anda dengan baik, mengetahui siapa yang akan Anda target, bagaimana Anda mempersepsikan produk atau layanan Anda di internet melawan kompetitor, sekarang Anda tentukan hal teknisnya.

a- Traffic

Bagian paling atas dari Funnel digital marketing adalah traffic.

Skill teknis utama yang perlu dimiliki oleh seorang digital marketing adalah penguasaan traffic.

Karena traffic adalah bagian paling atas dari sebuah funnel, yang artinya, kalau Anda salah menavigasikan iklan Anda, maka funnel itu tidak akan berjalan.

Alih alih mendapatkan keuntungan, yang ada Anda malah merugi, alias boncos.

Campaign atau iklan boncos adalah satu kondisi dimana budget iklan yang Anda keluarkan tidak memberikan return yang senilai atau sebanding dengan hasil yang Anda dapatkan.

Traffic dalam funnel digital marketing itu, secara umum terdiri dari 3 bagian besar, yaitu :

  • Cold traffic
  • Warm traffic
  • Hot traffic
Traffic funnel - 5 Job Desc Utama Digital Marketing
Cold Traffic

Pada tahap ini, job desc Anda sebagai digital marketing adalah menciptakan awareness.

Membuat orang sadar keberadaan produk Anda sebagai solusi alternatif dari masalah mereka, dan juga solusi dari kekurangan yang dimiliki kompetitor Anda.

Dari cold traffic ini Anda akan menentukan :

  • Apa tindakan yang ingin Anda dapatkan dari audience (Call to Action)
  • Bagaimana bentuk sudut pandang iklannya
  • Bagaimana desain kontennya.
  • Sedalam apa leads Anda masuk ke Landing page
  • dsb

Dengan parameter tertentu, misal jumlah Click Through Rate (CTR) klik yang baik, misal sekitar 3% di sosial media ads, atau 10% pada SEM (search engine marketing) maka Anda sudah harus bisa memutuskan.

Apakah angle marketing atau selling point Anda sudah diminati audience atau tidak?

Kalau indikator itu tidak tercapai, jangan dulu kemana-mana.

Fokus mengkombinasikan semua hal terkait impresi yang bisa mencuri perhatian Audience Anda.

Warm Traffic

Warm Traffic adalah traffic hangat yang artinya kita bisa berasumsi kalau audience sudah mengenali produk Anda.

Pada level tertentu mungkin mereka sudah berinteraksi dengan produk Anda, misalnya sudah chat Anda, kemudian sudah masuk ke halaman pemesanan, masuk ke landing page cukup dalam, dsb.

Dari sana maka beberapa hal juga perlu dilakukan penyesuaian kembali.

Karena kita tidak bisa memperlakukan orang yang belum mengenal produk Anda, sama dengan orang yang sudah mengenal produk Anda, bukan?

  • CTA nya perlu kembali Anda sesuaikan, kalau pada Cold Anda mengajak orang untuk klik iklan atau nonton video, maka pada Warm Traffic ini berbeda.
  • Konten iklan baik itu gambar maupun ads copy-nya juga perlu disesuaikan, ingat! kondisinya Anda masuk kembali ke market yang sudah mengenal produk Anda.
  • Penargetannya juga mungkin sudah menggunakan campaign retargeting.

Parameternya misalnya rasio dari traffic ke leads, besaran rasio konversi traffic yang menjadi leads.

Misal dari 100 orang yang sudah masuk ke website Anda, ada 1 orang yang masuk kualifikasi sebagai leads.

Kekecilan sih, ha ha ha

Paling tidak lebih besar dari 1% karena levelnya ini sudah Warm, bukan lagi Cold, jadi seharusnya kurang lebih 5-10% rasio konversi dari traffic ke leads.

Hot Traffic

Kalau pada Warm Anda mentarget kembali audience yang sudah mengunjungi landing page Anda, atau yang sudah menonton video Anda, maka Hot ini berbeda.

Hot traffic artinya mereka sudah paham produk Anda, dan siap membelinya.

Pada tahap ini mungkin Anda bisa saja tidak menggunakan paid ads.

Anda bisa melakukannya secara manual dengan WhatsApp misalnya, atau otomatis menggunakan email marketing.

Sebetulnya Anda bisa langsung hard selling ke mereka, namun lagi, Anda perlu menyesuaikan karakteristik pelanggan Anda.

Parameter kesuksesannya ya tentunya adalah jumlam pemesanan atau penggunaan produk Anda.
….
Karena itu, penentuan dan penguasaan terhadap traffic menjadi pintu masuk yang penting yang harus dikuasai oleh seorang digital marketing.

SEO gimana mas?

Termasuk SEO.

Apakah artinya digital marketing juga harus mengerjakan SEO?

SEO adalah bagian dari strategi pemasaran online, sehingga, ya, ruang lingkup SEO adalah domainnya digital marketing.

Namun bukan artinya digital marketing juga wajib menghandle SEO, namun Anda harus paham cara kerjanya, baru setelah itu Anda delegasikan atau berkoordinasi dengan tim khusus yang menangani SEO.

Social media gimana mas?

Sama.

Anda juga perlu memahami bagaimana sekiranya algoritma sosial media bekerja secara gambaran besarnya.

Baru kemudian tim social media specialist yang menangani.

Menentukan apakah menggunakan paid traffic di SEM (Search Engine Marketing), SEO, Social Media organik, Social Media Ads, email campaign, dsb adalah kewajiban Anda.

Disesuaikan dengan tahapan funnel yang Ada.

b- Landing Page

Mungkin Anda tidak akan membuat landing page, bisa saja sudah ada tim UI / UX desainer yang melakukannya.

Namun Anda harus memahami landing page seperti apa yang akan Anda gunakan.

Kalau ga ada UI/UX desainer gimana mas?

Ya bikin sendiri, landing page-nya, ha ha ha

Landing page funnel - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Sebagaimana traffic, landing page juga memiliki funnel.

Bayangkan kalau pada tahap membangun awareness, Anda meletakkan form pembayaran di landing page Anda.

Ya, kemungkinan besar mereka akan mental (bounce).

Alih-alih Anda mengedukasi pelanggan, Anda malah ‘menodong’ mereka untuk membayar saat pertama kali berinteraksi.

Karena itu menentukan landing page yang sesuai dengan funnel itu penting.

Apakah artinya saya harus membuat 3 landing page yang berbeda?

Bisa dibilang begitu.

Namun beberapa landing page itu sebetulnya bisa saling terhubung, kita menyebutnya dengan Tier.Misal begini :

Landing page pertama berisi full edukasi tentang produk, kemudian di akhir landing page pertama itu, Anda siapkan tombol yang mengarah ke landing page kedua, nah itu namanya Tier 1.

Mereka yang masih ogah ogahan atau sekedar mau tahu tentang produk Anda, maka akan berhenti di landing page pertama, dan tidak akan masuk ke halaman kedua.

Sebaliknya, orang yang tertarik, maka akan langsung masuk ke halaman kedua dari landing page Anda.

Misal halaman kedua berisi tabel harga (price / package comparison) maka di halaman ketiga, berisi form pemesanan, nah itu namanya tier kedua.

Landing page pertama, kedua dan ketiga bisa Anda siapkan dan konsepkan dengan matang bersama tim UI/UX desainer Anda.

Pastikan selaras, dan flow-nya mengarah ke tujuan akhir Anda dengan baik.

c- Kode Pelacakan

Ini skill teknis lainnya yang Anda perlu miliki dalam job desc Anda sebagai digital marketing.

Anda harus memahami apa itu kode pelacakan dan mungkin akan lebih baik kalau Anda mengetahui bagaimana implementasinya.

memasang kode pelacakan facebook pixel dan google tags pada landing page - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Kode pelacakan dalam ruang lingkup digital marketing mungkin ada beberapa, namun didominasi oleh 2 perusahaan besar yaitu Google ads dan Facebook ads.

Sehingga nantinya pelacakan mungkin akan berkutat pada Google Tags dan Facebook Pixel.

Berbicara funnel pada sistem pelacakan, maka Anda perlu mengetahui tahapnnya.

Seperti misalnya pada Facebook Pixel, Anda bisa mengatur dan mengimplementasikan beberapa tahapan di setiap landing page dan tombol tertentu, misal :

  • View Content
  • Add to Cart
  • Form Submit
  • Contact
  • Checkout
  • Payment

Tahapan tersebut kurang lebih tidak jauh berbeda dengan Google Tag.

Cara pasangnya gimana mas?

Saat ini saya belum menulis hal tersebut, Insya Allah akan saya update.

Untuk sementara Anda bisa cari di Google atau YouTube untuk mengetahui cara implementasi kode pelacakan Facebook ads atau Google tag untuk website atau landing page Anda.

Karena dari sini nantinya Anda bisa membuat custom audience atau custom conversion yang sesuai dengan tahapan funnel Anda.

Hampir semua elemen dari funnel sudah siap, baru kita masuk ke job desc utama lainnya dari seorang digital marketing.

4- Memahami Karakteristik Platform Periklanan

Ya, ini tahap yang Anda tunggu-tunggu dari job desc Anda sebagai digital marketing, bukan?

Ha ha ha

Setelah Anda memahami produk dan segmentasi customer, memutuskan angle marketing, dan memahami funnel, memasang kode pelacakan, sekarang Anda sudah siap untuk masuk ke dashboard iklan Anda.

Memahami karakteristik platform periklanan - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Namun sebelum itu Anda perlu mengetahui karakterisik platform periklanan sebelum Anda menggunakannya.

“Kalau saya biasanya pakai Facebook ads mas!”

Lho, ga bisa gitu.

Ga bisa pakai “biasanya”.

Anda perlu riset lagi, dimana audience saya berada.

Silakan kembali ke poin satu dan tiga, kalau Anda masih menggunakan asumsi seperti tadi.

Penting bagi Anda untuk memahami karakterisik penyedia layanan periklanan (advertising) yang akan Anda gunakan, berikut contohnya.

Facebook Ads (Social Media ads)

Facebook ads adalah salah satu saluran pemasaran favorit, yang mungkin sudah dikenal cukup luas.

Mungkin Anda pernah tertarik salah satu tas bagus yang ada di Instagram, kemudian tidak lama setelah itu, Anda mendapatkan iklan tas tersebut.

Atau mungkin Anda pernah meriset tentang software tertentu yang bagus untuk bisnis Anda, kemudian iklan software sejenis akan muncul di time line sosial media Anda.

Pertanyaannya, bagaimana Facebook tahu kalau Anda menyukai tas dan software yang ingin Anda gunakan tersebut?

Cara kerja facebook ads - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Kalau saya bisa simpulkan, Facebook ads menentukan audience berdasarkan 3 hal :

  • Interest
  • Demography
  • Behaviour

Interest artinya Facebook (dan semua company di bawahnya) membaca bahwa Anda sedang menyukai atau tertarik atau passionate terhadap satu topik tertentu.

Dari mana mereka menilai? Kurang lebih begini :

  • Dari respon Anda terhadap topik tersebut, misal Anda menyukai foto produk di Instagram, atau menonton video lebih dari 3 detik, atau masuk ke profil dan melihat produk lain yang dijual dari lapak tersebut, dsb.
  • Dari kunjungan website yang Anda lakukan, dengan pelacakan yang tertanam pada website tersebut, Facebook akan menilai bahwa Anda sedang meriset topik tersebut, atau mencari cari info.

Begitu kurang lebih Facebook menilai Anda dari interest.

Demography artinya Facebook mempelajari juga demografi Anda, seperti :

  • Berapa usia Anda.
  • Apakah Anda sudah menikah.
  • Apakah Anda sudah lulus kuliah.
  • Apakah Anda menggeluti profesi tertentu.
  • dsb

Dari demografi, digabungkan dengan Interest, maka Facebook sudah bisa mendefinisikan Anda atau target audience Anda dengan cukup baik.

Hal ini terkait misalnya Anda ingin mentarget, misal sepatu kerja pada anak muda usia produktif, nah dari demografi dan interest lah Facebook akan menampilkan iklan Anda.

Behaviour artinya Facebook mempelajari kebiasaan Anda.

Kurang lebih Facebook juga mempelajari kebiasaan Anda, baik itu di internet, maupun kebiasaan sehari hari, misal :

  • Anda biasa berbelanja online menggunakan kartu kredit
  • Anda melakukan pembelian barang online dalam kurun waktu 30 hari terakhir
  • Anda biasa menggunakan commuter line untuk beraktifitas
  • Anda biasa melakukan perjalanan jauh menggunakan pesawat dari 2 minggu terakhir.
  • dsb

Kok mereka tau mas?

Jangan heran !

Anda menginstal aplikasi mereka di Smartphone Anda bukan?

Ya, itu sudah sama saja Anda memberikan peluang bagi platform periklanan untuk mengikuti keseharian Anda.

Ha ha ha

Facebook ads cocok untuk digunakan pada produk produk impulsif.

Produk yang bisa menstimulasi audience sehingga menciptakan kebutuhan (need) dari yang awalnya sekedar keinginan saja.

Contoh produk impulsif misalnya sepatu.

Tiba tiba muncul iklan sepatu di time line Instagram Anda, mungkin Anda menilai, ah sepatu saya sudah banyak, yang ini ga usah deh.

Tapi sudut pandang iklannya menarik, misal sepatu ini membuat pria terlihat lebih tinggi 10 cm, dan hari ini ada diskon 20%, bonus semir sepatu dan 2 pasang kaos kaki.

Hayo lo?

ha ha ha

Yang awalnya tidak butuh, atau sekedar ingin, malah menjadi sebuah kebutuhan.

Ya, Facebook, Instagram atau sebagian besar sosial media marketing digunakan untuk hal tersebut.

Bisa juga digunakan untuk melakukan retargeting dari pengunjung website Anda yang sebelumnya sudah pernah mengunjungi website Anda.

Platform periklanan yang satu ini tentunya berbeda dengan Social Media Ads.

Google Ads adalah saluran pemasaran untuk produk produk spesifik yang mungkin tidak bisa distimulasi seperti di atas.

Anda bisa saja tergoda membeli sepatu dengan beragam promonya di Sosial Media, tapi tidak di Google.

Iklan di Google yang cukup banyak digunakan yaitu Search Ads, atau biasa dikenal juga dengan Search Engine Marketing (SEM).

Tentang bagaimana menampilkan iklan Anda pada posisi sestrategis mungkin setelah target audience melakukan pencarian terhadap topik yang relevan.

Jadi Anda tidak lagi mendorong target audience untuk butuh terhadap produk Anda, melainkan memang dia mungkin sedang butuh produk produk Anda atau sejenis.

Itulah mengapa Google Ads lah yang menghasilkan konversi cukup besar dibandingkan dengan Social Media Ads.

Cara kerja Google ads - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Karena berdasarkan kebutuhan, bukan stimulasi.

Paham ya, kira kira produk seperti apa yang dipasarkan di Google Ads ini?

Display ads Google gimana mas?

Pertanyaan bagus.

Google juga memiliki model iklan gambar yang menampilkan iklan berdasarkan pola pencarian target audience Anda.

Misalnya Anda sedang rutin mengunjungi kategori website tertentu, atau sering mengetikkan kata kunci tertentu, nah dari sana Google mulai mendefinisikan Anda.

Anda tinggal bilang ke Google :

“Eh Google, saya mau iklan saya tampil ke orang yang belakangan ini lagi suka ngetik “Service Sepatu Lari Marathon” dalam 30 hari terakhir”

Ha ha ha

Tentunya tidak semudah itu ya, namun pengaturan di Dashboard kurang lebih seperti itu.

Dari sana Google berangkat untuk menampilkan iklan Anda sesuai dengan kebutuhan Anda.

Rahasianya ada di fitur Custom-intent Audience yang ada di Google.

….

Dan tentunya ada beberapa platform periklanan lain yang bisa Anda gunakan untuk bisnis Anda.

Anda perlu memahami bagaimana platform tersebut bekerja, baru Anda putuskan apakah akan Anda gunakan atau tidak untuk memasarkan produk Anda.

Memahami Struktur Campaign

Beberapa platform periklanan memiliki pola yang sama.

Awalnya Anda akan ditanya “Anda mau ngapain?”

Baik itu Facebook dan Google ads, keduanya akan memberikan Anda opsi objektif campaign.

  • Awareness (visit url, watch video, dsb)
  • Consideration (leads, contact, dsb)
  • Conversion (purchase, download, dsb)
struktur campaign - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Setelah itu masuk ke struktur campaignnya, umumnya sama :

  • Campaign
  • Ad Group
  • Ad Set

Pada campaign biasanya Anda melakukan pengaturan :

  • Nama campaign
  • Budget
  • Waktu penayangan
  • Skema bidding
  • dan lainnya

Campaign bisa terdiri dari bebrapa ad group, pada Facebook berdasarkan pada karakteristik target audience, pada Google search berdasarkan keyword yang Anda target.

Pada masing masing ad group biasanya Anda akan melakukan pengaturan seperti :

  • Penentuan audience pada social media ads.
  • Penentuan kata kunci atau keyword pada Google ads.
  • Penentuan tampilan penempatan.
  • Optimalisasi hasil, misal konversi, atau tampilan landing page, atau cost per konversi, dsb

Kemudian dari satu ad group tersebut, Anda bisa menyesuaikan ad set yang sesuai.

Anda bisa menyesuaikan dengan konten dan ads copy yang sudah Anda tentukan sebelumnya.

Pada ad set biasanya terdiri dari beberapa bagian, seperti :

  • Gambar / video iklan
  • Kalimat iklan
  • URL landing page
  • dan tombol Call to Action

Keduanya, baik itu Google Ads maupun Facebook ads memiliki struktur pengaturan ad set yang tidak jauh berbeda seperti di atas.

Memahami struktur campaign di setiap platform periklanan membuat Anda bisa mengetahui di-level mana Anda perlu melakukan evaluasi.

Apakah di level teratas, yaitu Campaign, atau di level tengah (ad group), atau di level paling detail yaitu ads set.

Memahami parameter iklan

Sebagai seorang digital marketing, job desc Anda akan bersinggungan dengan angka.

Mau tidak mau, kalau Anda mau bekerja sebagai digital marketing, Anda harus sensitif terhadap perubahan dan memahami pola pengukuran.

“Ga bisa matematika mas!”

Ya, belajar.

Ha ha ha

Parameter iklan akan berbicara banyak tentang performa iklan Anda.

parameter iklan facebook ads dan google ads untuk scale up iklan - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Anda bisa mengetahui apakah audience Anda tertarik dengan produk Anda atau tidak.

Atau mungkin Anda bisa menilai seberapa bagus produk Anda dibanding kompetitor.

Bahkan mungkin bisa memprediksi bagaimana bisnis Anda selama beberapa bulan atau tahun kedepan.

Beberapa contoh parameter iklan yang cukup umum digunakan yaitu :

  • CTR atau Click Through Rate
  • CPC atau Cost per Click
  • CPR atau Cost per Result
  • CPM atau Cost per Million
  • CR atau Conversion Rate
  • dsb

Berbeda platform kadang berbeda juga definisi atau terminologinya.

Seperti misalnya pada Google Search Ads, mereka menggunakan Interaction Rate, sedangkan di Facebook mereka punya beberapa jenis CTR seperti CTR All, CTR Link, dsb.

“Kalau parameternya banyak begitu, yang harus saya lihat yang mana mas?”

Itulah pentingnya Anda mengetahui funnel campaign Anda.

Itulah pentingnya Anda mengetahui karakteristik platform periklanan..

Dan itulah kenapa Anda perlu mengetahui apa tujuan dari campaing Anda dan indkator apa yang harus Anda gunakan untuk mengetahui kesuksesan camapaign Anda.

Ada beberapa pembahasan lain mengenai parameter penting Facebook Ads yang bisa Anda gunakan sebagai tolak ukur campaign Anda.

Dari parameter tersebut Anda bisa menentukan bagaimana kinerja campaign Anda, apakah berjalan sebagaimana mestinya, perlu sedikit tweaking, atau bisa langsung dilakukan scale up.

5- Membuat Report dan Kesimpulan

Job desc terakhir seorang digital marketing adalah kemampuannya membuat report atau laporan.

Terlepas dari Anda bekerja untuk memasarkan produk Anda sendiri, atau bekerja dengan client seperti di agensi, atau sebagai digital marketing yang memasarkan produk atau layanan tertentu dari perusahaan tempat Anda bekerja, pembuatan laporan itu penting.

Dengan begitu Anda bisa memberikan informasi bagaimana campaign Anda berjalan, dan apakah membuatnnya mendekati tujuan perusahaan yang diinginkan.

Membuat laporan (report) marketing dan kesimpulan - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Kesulitan yang mungkin akan Anda alami dalam membuat laporan yaitu menentukan data apa yang harus Anda tampilkan dalam laporan.

Mas datanya ini banyak mas di dashboard, data mana yang harus saya laporkan?

Apakah perlu saya ambil yang cantik-cantik aja supaya aman untuk dilaporkan?

Ha ha ha

Beberapa hal yang mungkin perlu Anda perhatikan dalam membuat laporan yaitu :

  • Periode laporan
  • Demografi
  • Engagement
  • Hasil :
    • Objektif
    • Budget
    • Hasil

Periode Laporan

Anda tidak bisa hanya menampilkan data data yang kebetulan cantik saja.

Karena itu Anda perlu menentukan periode laporan, seperti per hari, per minggu, bulan , per tiga bulan, per enam bulan, atau bahkan satu tahun.

Kemudian Anda juga perlu mempertimbangkan untuk menampilkan data antar tahun atau Year-on-year (YoY) untuk melihat growth secara keseluruhan.

Misal data bulan Januari tahun 2019 dan Januari tahun 2020.

Kalau menurut Anda data perhari terlihat cukup dinamis, maka tampilkanlah data perhari.

Kalau mungkin Anda melihat data perhari tidak terlalu dinamis dan cenderung seperti ada pola algoritmmik, maka mungkin data perbulan yang perlu diperhatikan.

Data tahunan biasanya akan Anda buat di akhir tahun seperti ini untuk dilakukan evaluasi tahunan, atau mungkin pengukuran KPI performa Anda.

Demografi

Saya senang sekali dengan data ini, yang artinya kita mengetahui dengan siapa iklan atau bahkan bisnis kita berinteraksi.

Beberapa parameter yang mungkin perlu dilaporkan pada topik demografi ini diantaranya :

  • Jenis kelamin
  • Usia
  • Apakah mereka sudah menikah
  • Dimana mereka berada
  • Dari sosial media atau platform iklan mana mereka datang

Data demografi tidak akan berbicara banyak tanpa dukungan data psikografi atau segmentasi customer seperti :

  • Kebiasaan mereka berbelanja
  • Bagaimana kebiasaan mereka sebelum berbelanja
  • dsb

Data tersebut bisa Anda kumpulkan dalam bentuk report berupa data angka analitik atau deskriptif.

Engagement

Data ini seperti teknis iklan Anda.

Anda bisa membuatnya seperti funnel yang bermakna untuk dilihat dan dibaca, misal :

  • Data impresi iklan
  • Persentase orang yang melakukan klik iklan
  • Persentase orang yang akhirnya masuk ke landin page
  • Persentase orang yang akhirnya menjadi leads
  • Persentase orang yang akhirnya memutuskan untuk membeli

Selain hal hal teknis tentang parameter iklan, Anda juga bisa melaporkan engagement di media sosial seperti :

  • Konten jenis apa yang paling banyak mendapatkan klik
  • Saluran atau channel mana yang memberikan kontribusi engagement yang tinggi
  • Momen seperti apa yang mungkin berkontribusi terhadap penambahan leads.
  • dsb

Data ini bisa sanat banyak dan bervariatif untuk disajikan, jadi bijaklah dalam menggunakannya.

Hasil

Ini mungkin bagian yang paling ditunggu oleh bos Anda, atau client Anda.

ha ha ha

“Bagaimana hasil iklannya?”

“Apakah salesnya bertambah?”

Anda bisa memberikan penjelasan yang sistematis.

  • Objektif : Misal goalnya mendapatkan leads, mencari sebanyak banyaknya orang yang signup.
  • Budget : Dari 10 juta yang kita investasikan untuk beriiklan memberikan hasil  sekian ratus  leads.
  • Dari sekian ratus leads yang signup, yang akhirnya memutuskan untuk upgrade layanan atau membeli produk ada sekian customer.

Data ini lebih menggambarkan kondisi real dampak iklan terhadap pertumbuhan sales.

Yaa  .. walaupun beriklan tidak melulu berujung pada sales sih.

Pada kondisi tertentu, objektif atau goal iklan itu misalnya sebanyak banyaknya orang yang menonton video sesering mungkin.

Atau misalnya targetnya yaitu menjadi viral, sehingga banyak orang yang akhirnya share atau membagikan konten iklan Anda.

Platform Pembuatan Report

Anda bisa menggunakan beberapa platform pelaporan untuk menyajikan data Anda.

Microsoft Excel, atau Google Spreadsheet adalah media yang baik untuk mengolah data.

Baru kemudian setelah itu Anda bisa membuat grafiknya.

Pembuatan laporan digital marketing menggunakan google data studio - 5 Job Desc Utama Digital Marketing

Grafiknya bisa ditampilkan dalam bentuk powerpoint atau Google Slide.

Atau mungkin yang lebih expert Anda bisa menggunakan Google Studio untuk membuatnya lebih menarik.

….

Contoh pelaporan iklan misalnya pada segmentasi B2B :

  • Periode 3 bulan sebelumnya vs 3 bulan saat ini.
  • Demografi :
    • 55% wanita
    • Daerah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya
    • 40% masuk lewat Facebook ads, 20% lewat Google Ads , dan 10% lagi return customer.
    • 85% mereka adalah end user, dan 15% lainnya yaitu dealer.
  • Engagement :
    • Interaksi dari iklan dengan angle “jagonya ayam” mendapatkan lebih banyak click sebesar CTR 3% di Facebook Ads, dan 18% di Google ads.
    • dari 1000 orang yang masuk ke halaman landing page, 10 orang terkonversi signup.
    • Biaya leads acquisition cost berarti Rp. 25.000 per leads
  • Hasil :
    • Campaign dengan budget 10 juta, menghasilkan 100.000 klik dan berujung konversi menjadi 100 leads.
    • Rasio konversi dari traffic menjadi leads yaitu 1%
    • Leads acquisition cost sebesar Rp. 25.000
  • Kesimpulan dan saran :
    • Landing page perlu dibuat lebih menarik sehingga rasio knversi dari traffic menjadi leads lebih tinggi.Dengan menambahkan tombol di atas, mungkin bisa meningkatkan jumlah leads 0.5%
    • Kecepatan website perlu ditingkatkan, karena bounce rate tinggi, sehingga outbound click dan landing page view kurang dari 50%.
    • Follow up berupa automation perlu ditingkatkan agar customer yang sudah signup tidak lupa dan langsung convert ke pembelian.
    • Periode selanjutnya kita akan jalan paralel antara campaign baru dan retargeting untuk up sell.
    • Menggunakan sudut pandang hardsell 12.12 dengan diskon dan cashback yang menarik

…..

Catatan penting dalam membuat laporan yaitu :

  • Data Anda harus bermakna
  • Anda harus bisa menceritakan jalannya laporan tersebut, seperti kenapa ini begini dan kenapa itu begitu, dsb. Kalau tidak, mungkin kredibilitas Anda dalam melakukan analisa patut dipertanyakan.
  • Tidak boleh naif akan hal hal marketing yang bersinggungan dengan bisnis, Anda tidak boleh egois “itu bukan urusan digital marketing”.
  • Anda bisa memberikan kesimpulan dan saran untuk campain yang sedang berjalan.

Baik, sepertinya sudah cukup ya untuk 5 job desc utama digital marketing untuk Anda.

Kita akan masuk ke kesimpulan.

Kesimpulan

Digital marketing adalah pprofesi yang belakangan ini cukup banyak dicari.

Namun karena tidak adanya standar yang baku, sehingga kadang job desc digital marketing dikaitkan dengan semua hal yang bersinggungan dengan internet.

Dari beberapa job desc yang ada, mungkin ada 5 poin yang menjadi poin utama, yaitu :

  • Memahami produk dan segmentasi pelanggan dengan baik
  • Menentukan angle marketing
  • Membuat funnel
  • Memahami karakteristik iklan
  • Membuat laporan

Semoga dengan informasi di atas tersebut, beberapa perusahaan mulai terbuka dan bijak menentukan pekerjaan yang sesuai untuk profesi digital marketing.

Di lain sisi, dengan informasi di atas tersebut, diharapkan Anda, orang yang tertarik ingin terjun ke dunia internet marketing tidak bingung dengan apa yang harus Anda lakukan saat bekerja.

Semoga bermanfaat ya..

Terima kasih

Merasa Terbantu? Share lah, kasih tau yang lain jangan pelit pelit :
Topik
Partnership
Ngobrol
Podcast